hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Datang Jauh-Jauh ke Harkopnas ke-79, Ratusan Peserta Mengaku Terlantar di GBK

peserta Harkopnas ke-79

Datang Jauh-Jauh ke Harkopnas ke-79, Ratusan Peserta Mengaku Terlantar di GBK
Ratusan peserta Harkopnas 2026 dari KDKMP Kabupaten Bogor telantar karena dilarang masuk GBK/dok.hariri

Ratusan peserta Harkopnas ke-79 asal Kabupaten Bogor mengaku kecewa setelah tidak bisa masuk ke area GBK dan kesulitan memperoleh voucher makan meski telah memenuhi undangan resmi.

Peluangnews, Jakarta – Harapan ratusan peserta Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 untuk mengikuti perayaan di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Ahad (12/7/2026) berubah menjadi kekecewaan. Mereka mengaku telah datang memenuhi undangan resmi, namun tidak dapat memasuki lokasi acara dan kesulitan memperoleh voucher makan.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah peserta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Kabupaten Bogor kepada wartawan Peluangnews.id. Selain tidak bisa masuk ke arena utama, mereka mengaku terlantar selama berjam-jam di kawasan Parkir Timur GBK tanpa kepastian.

Mereka mengaku telah memenuhi undangan resmi untuk menghadiri peringatan Harkopnas, namun justru tidak dapat memasuki area utama acara. Selain itu, voucher konsumsi yang dijanjikan juga disebut sulit diperoleh sehingga banyak peserta terlantar berjam-jam di kawasan Parkir Timur GBK.

Menurut para peserta, undangan untuk mengikuti Harkopnas diterima melalui Dekopin Kabupaten Bogor sejak Rabu (8/7/2026). Selanjutnya dilakukan rapat koordinasi bersama Dekopin Kabupaten Bogor dan Dinas Koperasi Kabupaten Bogor di Cibinong pada Kamis (9/7/2026).

Dalam rapat tersebut disepakati penyediaan armada bus bagi peserta dari setiap kecamatan dengan kuota sekitar 43 orang per kecamatan, konsumsi selama acara, serta uang saku sebesar Rp200 ribu yang kemudian dipotong Rp25 ribu untuk voucher makan sehingga peserta menerima Rp175 ribu.

Namun, menjelang keberangkatan masih terjadi polemik mengenai waktu pembagian uang saku. Dana tersebut baru dibagikan pada Sabtu sore (11/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di Kantor Dekopin Kabupaten Bogor.

Datang Jauh-Jauh ke Harkopnas ke-79, Ratusan Peserta Mengaku Terlantar di GBK
Peserta Harkopnas 2026 telantar dan menunjukkan gelang biru sebagai undangan tetapi tidak boleh masuk ke GBK/dok.hariri

Masalah yang lebih besar justru terjadi saat peserta tiba di kawasan GBK.

Sekitar pukul 10.00 WIB, peserta menerima gelang identitas berwarna biru. Namun ketika hendak memasuki area utama perayaan Harkopnas, petugas hanya memperbolehkan peserta yang mengenakan gelang merah.

Akibatnya, ratusan peserta yang telah datang dari Bogor tertahan di luar arena.

“Kami datang memenuhi undangan resmi. Sudah berangkat pagi-pagi dari Bogor, tetapi setelah sampai di GBK ternyata gelang yang diberikan tidak bisa dipakai masuk. Kami hanya bisa berdiri di luar dan tidak mendapat kepastian,” kata H. Mohamad Yani, Ketua KDMP Desa Dayeuh, Cileungsi, kepada Peluangnews.id, Senin (13/7/2026)

Baca Juga:Koperasi Desa Merah Putih, Strategi Menurunkan Kesenjangan dan Mencapai Pertumbuhan 8%

Kekecewaan peserta semakin bertambah ketika voucher makan yang dijanjikan juga sulit diperoleh.

Menurut peserta, mereka diarahkan menuju Lapangan Tenis dan beberapa titik lain yang lokasinya cukup jauh dari pintu masuk. Namun setelah berjalan cukup jauh, voucher makan tetap tidak tersedia bagi sebagian besar peserta.

“Voucher makan juga tidak jelas. Kami sudah mutar ke sana ke mari mengikuti arahan panitia, tetapi tetap tidak kebagian. Akhirnya banyak peserta yang belum makan sejak pagi,” ujar Hamidah, perwakilan KDMP Pamijahan.

Hal senada disampaikan Roberto Everhard, Ketua KDMP Warujaya, Parung.

“Kami merasa tidak dihargai sebagai tamu undangan. Sudah tidak bisa masuk acara, makan pun tidak jelas. Banyak peserta akhirnya memilih pulang karena kecewa.”

Menurut peserta, sedikitnya empat bus sempat berhasil meninggalkan kawasan GBK. Namun sejumlah bus lainnya tidak dapat keluar karena pintu parkir disebut ditutup sehingga rombongan terpaksa menunggu berjam-jam.

Peserta mengaku berada di kawasan Parkir Timur GBK tanpa kepastian kapan dapat keluar maupun memperoleh konsumsi.

“Kami akhirnya hanya menunggu di parkiran. Tidak bisa masuk acara, tidak bisa keluar, sementara banyak peserta yang belum mendapatkan makan. Ini sangat mengecewakan,” kata Mohammad Hariri, Ketua KDMP Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin.

Keluhan serupa juga disampaikan M. Yufti, Ketua KDMP Citeko, Cisarua.

“Kami berharap ke depan koordinasi panitia jauh lebih baik. Kalau memang mengundang ribuan peserta, semua harus dipastikan bisa masuk dan mendapatkan haknya.”

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyelenggaraan Harkopnas ke-79 melibatkan Kementerian Koperasi bersama jajaran Dinas Koperasi daerah serta Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di tingkat pusat maupun daerah. (Aji)

 

pasang iklan di sini
octa vaganza