
PeluangNews, Jakarta — Tiga dekade berkiprah di Indonesia, ESMOD Jakarta memasuki babak baru dengan memperluas akses mahasiswa ke ekosistem fashion internasional.
Melalui program Global Mobility Pathway, mahasiswa ESMOD Jakarta diberi kesempatan belajar di berbagai lingkungan fashion dunia sekaligus membawa perspektif dan identitas kreatif Indonesia ke panggung global.
Inisiatif tersebut diperkenalkan ESMOD Jakarta pada Selasa (11/8/2026), bertepatan dengan perjalanan 30 tahun institusi pendidikan fashion tersebut di Indonesia.
Melalui Global Mobility Pathway, mahasiswa dapat memulai pendidikan di Jakarta sebelum melanjutkan studi di jaringan ESMOD di Prancis, Tokyo, Dubai, maupun Seoul. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar lintas budaya, memperluas wawasan kreatif, serta membuka koneksi dengan industri fashion internasional.
Chief Marketing Officer ESMOD Jakarta Suryo Danuwinoto mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari upaya ESMOD Jakarta dalam menyiapkan talenta fashion Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
“Global Mobility Pathway merupakan langkah lanjutan dari perjalanan ESMOD Jakarta selama 30 tahun dalam mempersiapkan talenta fashion Indonesia. Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap memasuki industri global, tetapi juga mampu membawa perspektif, kreativitas, dan identitas Indonesia ke dalam ekosistem fashion internasional,” ujar Suryo.
Menurutnya, pengalaman internasional tidak harus membuat talenta muda meninggalkan akar budaya lokal. Sebaliknya, lingkungan global diharapkan membuat mahasiswa mampu melihat potensi Indonesia dengan perspektif yang lebih luas.
Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta Guillaume Oger mengatakan perpindahan lingkungan belajar dapat mendorong mahasiswa keluar dari pola pikir yang selama ini mereka kenal.
“Ketika mahasiswa berpindah lingkungan, mereka juga dipaksa untuk keluar dari cara berpikir yang familiar. Di situlah pembelajaran terjadi. Mereka belajar membaca budaya, beradaptasi dengan cara kerja yang berbeda, dan menemukan bagaimana identitas kreatif Indonesia dapat diterjemahkan dalam konteks internasional,” ungkap Guillaume.
Program tersebut juga dirancang sebagai pertukaran dua arah. Selain mahasiswa ESMOD Jakarta yang dapat belajar di jaringan internasional, mahasiswa dari jaringan ESMOD International juga memiliki kesempatan untuk belajar di Jakarta.
Kehadiran mahasiswa internasional di Indonesia diharapkan memperkaya lingkungan belajar sekaligus memperkenalkan kekayaan kreatif Indonesia, mulai dari kain tradisional, teknik kerajinan, budaya hingga potensi industri kreatif lokal.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa dapat membangun jejaring internasional yang kemudian menjadi modal dalam mengembangkan karier maupun karya setelah menyelesaikan pendidikan.
Maica Arjun, mahasiswa ESMOD Jakarta jurusan Fashion Design 2024, melihat program tersebut sebagai kesempatan untuk menguji sekaligus mengembangkan kreativitas di lingkungan yang berbeda.
“Saya melihat program ini bukan hanya sebagai kesempatan untuk belajar di luar Indonesia, tetapi sebagai kesempatan untuk melihat sejauh mana kreativitas saya dapat berkembang ketika berada di lingkungan yang berbeda. Saya ingin kembali dengan perspektif yang lebih luas, tanpa kehilangan apa yang membuat saya sebagai talenta Indonesia,” kata Maica.
ESMOD Jakarta telah menghasilkan sekitar 1.000 lulusan yang berkiprah di berbagai sektor industri fashion dan kreatif. Mereka mengambil peran sebagai desainer, entrepreneur, profesional industri hingga pelaku berbagai bidang kreatif lainnya.
Sejumlah alumninya juga telah membangun kiprah di industri fashion nasional maupun internasional. Sapto Djojokartiko dan Ria Miranda, misalnya, mengembangkan brand dengan jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia. Hian Tjen dikenal melalui karya desain yang dikenakan sejumlah figur publik, sementara Yogie Pratama telah membawa karyanya ke panggung internasional, termasuk melalui karya custom untuk penyanyi dan entertainer dunia.
Generasi alumni terbaru juga mulai membangun koneksi lintas negara. Beatrice Angelica dan Gabriel Marcella menjadi contoh talenta lulusan ESMOD Jakarta yang mengembangkan kolaborasi dengan desainer dari Prancis.
Rangkaian perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya ESMOD Jakarta memperkuat hubungan antara pendidikan, industri, dan ekosistem kreatif global.
Memasuki tiga dekade perjalanan di Indonesia, ESMOD Jakarta berharap Global Mobility Pathway dapat membuka akses lebih luas bagi generasi baru talenta fashion untuk belajar dari berbagai pusat fashion dunia, membangun jejaring internasional, serta membawa pulang pengetahuan dan pengalaman tersebut untuk memperkuat industri kreatif Indonesia.
Dengan demikian, panggung global tidak diposisikan sebagai tujuan untuk meninggalkan identitas lokal, melainkan sebagai ruang untuk memperkenalkan dan mengembangkan kekayaan kreatif Indonesia melalui perspektif yang lebih luas.








