
PeluangNews, Jakarta – Puncak rangakaian ibadah haji hari ini (26/5/2026) dimulai.
Jemaah berkumpul di Arafah untuk melaksanakan wukuf. Para jemaah dari berbagai negara tiba di Arafah secara bergelombang.
Cuaca panas di Arafah menjadi perhatian di saat puncak ibadah haji 1447 Hijriah tersebut. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengingatkan jemaah haji Indonesia agar memahami teknik sederhana untuk mendinginkan tubuh secara mandiri untuk mencegah kelelahan hingga heat stroke.
Menurut dokter dari PPIH Daerah Kerja Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, suhu panas di Arafah berpotensi memicu gangguan kesehatan serius apabila jemaah tidak melakukan antisipasi sejak dini.
“Jemaah perlu mengetahui upaya mandiri mendinginkan tubuh agar tidak terkena kelelahan panas [heat exhaustion] atau sengatan panas [heat stroke],” ujar Fathi saat diwawancarai tim Media Center Haji pada Senin (25/5/2026) siang waktu Arab Saudi.
Dia menjelaskan, salah satu teknik tercepat menurunkan suhu tubuh adalah melakukan kompres pada titik pembuluh darah besar, bukan hanya di dahi seperti yang umum dilakukan.
“Jika merasa gerah menyengat, jangan hanya mengompres dahi. Basahi handuk kecil atau kain, lalu tempelkan pada area pembuluh darah besar yang dekat dengan permukaan kulit, yaitu leher belakang atau samping, ketiak, dan lipatan paha,” katanya.
Pendinginan pada area tersebut membantu menurunkan suhu darah lebih cepat sehingga sensasi sejuk dapat menyebar ke seluruh tubuh.
Selain itu, jemaah juga dianjurkan membawa botol semprot kecil berisi air untuk membantu proses pendinginan instan di tengah cuaca panas ekstrem selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Sediakan botol semprot kecil berisi air di dalam tas. Semprotkan air tipis-tipis ke wajah, lengan, dan leher, lalu kipas secara manual atau menggunakan kipas angin portable. Efektif membuang panas tubuh secara instan seperti mekanisme pengeluaran keringat,” kata dia.
Fathi juga mengatakan, dalam kondisi cuaca panas, pemilihan pakaian menjadi faktor penting. Jemaah perempuan maupun laki-laki yang telah melakukan tahallul awal dianjurkan menggunakan pakaian berbahan tipis dan longgar agar panas tubuh tidak terperangkap.
“Gunakan pakaian berbahan katun tipis, longgar, dan berwarna cerah. Hindari pakaian ketat, berwarna gelap atau berlapis-lapis yang dapat memerangkap panas tubuh di dalam baju,” ujarnya.
Selain itu, PPIH meminta jemaah mengenali gejala awal gangguan akibat panas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi heat stroke yang berbahaya.
“Segera cari petugas kesehatan jika jemaah mulai mengalami gejala mulai dari kram otot, pusing berputar, mual, jantung berdebar cepat, atau keringat keluar sangat deras,” ujarnya.
Fathi menambahkan, kondisi kulit yang terasa sangat panas tetapi tubuh tidak lagi mengeluarkan keringat merupakan tanda darurat heat stroke yang harus segera mendapatkan pertolongan medis.
“Jika kulit justru terasa sangat panas dan kering tapi tidak bisa keluar keringat lagi, maka itu adalah tanda darurat terjadi heat stroke,” ujarnya.
Dia mengutarakan bahwa menjaga kestabilan suhu tubuh selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan organ akibat paparan panas ekstrem.
“Hal itu mencegah kerusakan organ akibat sengatan panas ekstrem. Utamakan juga kepedulian antarjemaah dan petugas, jika terdapat gangguan kesehatan bisa segera diantisipasi,” tuturnya.
Berikut cara mendinginkan tubuh saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina:
1. Basahi handuk kecil atau kain, tempelkan di kepala, leher, ketiak, atau lipatan paha.
2. Bawa botol semprot, lalu semprotkan air ke wajah maupun badan.
3. Jika sudah melakukan tahallul awal, ganti pakaian ihram dengan pakaian berbahan katun tipis, longgar, dan berwarna cerah.
4. Kenali ciri gejala heat stroke, yakni kulit terasa sangat panas tetapi tubuh tidak berkeringat dan jantung berdebar cepat.
5. Cari petugas kesehatan atau petugas haji terdekat apabila merasakan gejala sakit seperti kram otot, pusing berputar, mual, jantung berdebar cepat, atau keringat keluar sangat deras. []








