
PeluangNews, Jakarta – Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi meminta masyarakat berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data secara lengkap dan jujur.
Dengan demikian, pemerintah memperoleh potret utuh kondisi perekonomian nasional sebagai dasar penyusunan kebijakan.
“Kualitas hasil sensus tidak hanya ditentukan oleh tingginya tingkat respons, tetapi juga kelengkapan data yang dihimpun,” kata Sonny dalam siniar bersama Bisnis Indonesia, Rabu (5/8/2026).
Dia mengibaratkan data sensus sebagai sebuah puzzle yang harus tersusun utuh agar mampu menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia secara akurat.
“Kalau ada bagian puzzle yang hilang, gambaran ekonominya menjadi tidak utuh. Semakin lengkap datanya, semakin baik kebijakan yang bisa disusun pemerintah,” katanya.
Sensus Ekonomi hanya dilaksanakan sekali dalam 10 tahun sehingga menjadi momentum penting untuk memperoleh potret menyeluruh mengenai aktivitas usaha di Indonesia.
Dia mengutarakan untuk mendukung kualitas pendataan, BPS mengerahkan sekitar 251.000 petugas lapangan yang direkrut melalui proses seleksi dan mendapatkan pelatihan secara berjenjang.
Seluruh petugas mengikuti pelatihan selama sekitar enam hari, menandatangani pakta integritas, serta memperoleh pembekalan melalui metode tatap muka, Massive Open Online Course (MOOC), hingga simulasi (role playing) dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan, termasuk ketika menemui penolakan dari responden.
Menurut Sonny, standar pelatihan diterapkan secara nasional mulai dari instruktur utama hingga petugas lapangan agar seluruh proses pendataan dilakukan dengan metode yang seragam.
“Kami ingin memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan sensus, cara melakukan wawancara, hingga bagaimana menghadapi berbagai kondisi di lapangan,” ujar Sonny.
Dia pun kembali mengajak masyarakat menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 dan memberikan jawaban yang benar serta jujur.
Demakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin akurat pula potret ekonomi Indonesia yang dapat digunakan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
“Kalau bisa memotret kondisi ekonomi dengan benar, maka kita akan mampu menghasilkan resep dan kebijakan yang tepat untuk kemajuan ekonomi Indonesia,” ucapnya, menambahkan
Sonny mengungkapkan hingga Rabu pukul 07.30 WIB, pelaksanaan Sensus Ekonomi telah mencapai 81,95% atau sekitar 91,44 juta responden usaha dan keluarga usaha yang berhasil didata di seluruh Indonesia.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya dukungan masyarakat meski pelaksanaan sensus sempat diwarnai berbagai disinformasi dan hoaks di media sosial. []








