
PeluangNews, Lembata-KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kedang menggelar kegiatan sosialisasi pemberdayaan ekonomi bagi umat Gereja Paroki Santa Isabella Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (20/9/2026).
Sosialisasi ini dipimpin oleh Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kedang, Sudirman Gilang, bersama jajaran manajemen.
Dalam pemaparannya, Gilang menguraikan profil, legalitas hukum, visi-misi, budaya kerja, hingga perkembangan skala organisasi koperasi terkini.
Hingga posisi Juli 2026, KSP Kopdit Pintu Air mencatatkan total anggota terdaftar mencapai sekitar 505.524 orang, dengan anggota aktif sebanyak 436.157 orang, serta mengelola total aset mencapai Rp2,7 triliun.
“Selain memaparkan perkembangan lembaga, tim manajemen turut mengedukasi masyarakat mengenai ragam produk keuangan, seperti lima jenis simpanan non-saham beserta bunga simpanan, serta program perlindungan anggota meliputi Santunan Duka Cita (Solduta) dan Santunan Solidaritas Kesehatan (Solkes),” jelas Gilang.
Kepada umat Paroki Santa Isabella Balauring, Gilang menekankan empat pilar utama yang menjadi pijakan pelayanan lembaga, yakni Kepercayaan (pengelolaan dana yang jujur dan transparan), Pelayanan (kemudahan dan keadilan bagi anggota sebagai pemilik koperasi).
Kemandirian (dorongan rajin menabung dan membangun usaha produktif), serta Partisipasi Anggota (keterlibatan aktif dalam seluruh program koperasi).
“Kita tidak ada sekat dalam berkoperasi. Semua suku, ras, dan agama tidak dibeda-bedakan. Di mana pun kita berada, kita selalu menawarkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mengajak untuk mulai menanam serta menabung,” ujar Sudirman.
Ia menambahkan bahwa gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus terus digaungkan di mana saja, tidak terbatas pada lingkungan kantor formal semata.
Ketua KSP Kopdit Pintu Air Pusat, Yakobus Jano, menegaskan bahwa Pintu Air senantiasa hadir melayani masyarakat lintas batas tanpa memandang latar belakang keagamaan maupun kedaerahan.
“Kita bebas dari sekat-sekat. Tidak ada sekat suku, ras, maupun agama dalam berkoperasi. Fokus kita hanya satu, yaitu mengentaskan persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat dengan mengajak mereka menanam dan menabung,” ungkap Yakobus Jano saat dikonfirmasi.
Yakobus menambahkan bahwa semangat untuk mengubah taraf hidup masyarakat tidak boleh berhenti di balik meja kantor, melainkan harus terus dibawa ke tengah kehidupan sosial, termasuk di lingkungan keagamaan seperti gereja.
“Di mana saja kita berada, kita selalu mengajak masyarakat. Masyarakat itu luas dan beragam. Selagi ada niat untuk tumbuh dan berkembang bersama, KSP Kopdit Pintu Air terbuka untuk siapa saja,” pungkasnya.








