
PeluangNews, SIKKA — Memasuki jenjang pernikahan bukan hanya soal kesiapan mental dan spiritual, melainkan juga kesiapan finansial. Menyadari pentingnya hal tersebut, KSP Kopdit Pintu Air hadir memberikan edukasi literasi keuangan kepada para calon pasangan suami istri (Pasutri) dalam kegiatan Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) di Watuneso, Kecamatan Paga, Kamis (25/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Simpanan Kopdit Pintu Air, Abdul Rahman Na’u, membeberkan secara rinci tujuh tips jitu mengelola keuangan dalam kehidupan rumah tangga agar tetap harmonis dan sejahtera.
Ketujuh strategi tersebut mencakup: menyusun anggaran belanja, mencatat seluruh pos penerimaan dan pengeluaran secara disiplin, serta ketat dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
“Pada bagian ini kita diminta fokus pada hal-hal penting dan tunda akan hal-hal yang tidak penting,” kata Abdul.
Langkah berikutnya, lanjut Abdul, adalah membiasakan diri menabung minimal 10 persen dari total penghasilan, menghindari jeratan utang konsumtif yang dipicu oleh gaya hidup, serta mulai berinvestasi demi masa depan.
Pasangan muda juga diajak untuk belanja secara bijak. Poin terakhir adalah memiliki target keuangan yang jelas.
“Tentukan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang agar lebih termotivasi mengelola uang,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Diklat Tarsisius Aman melengkapi materi dengan memaparkan berbagai produk layanan di Kopdit Pintu Air.
Layanan tersebut mencakup aneka produk simpanan dan pinjaman, hingga solidaritas duka cita, solidaritas kesehatan, serta beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi.
Edukasi ini disambut hangat oleh peserta. Pasangan Wilhelmina Megu dan Ignasius Laka mengaku sangat bersyukur atas pembekalan ini.
”Melalui sosialisasi ini kami mendapat banyak pengetahuan, terutama manfaat menabung di Pintu Air melalui Sibuhar dan Sidandik, yang tentu menjadi bekal bagi kami sebagai keluarga baru,” ungkap Wilhelmina bahagia.
Pastor Paroki Watuneso, RD Yanuarius Due Kolin, turut menegaskan bahwa calon pasutri Katolik memang mesti mendapatkan edukasi keuangan sejak dini.
Menurutnya, menata masa depan keluarga lewat hidup berkoperasi adalah langkah yang sangat konkret.
“Mereka bukan saja memahami tentang Koperasi Pintu Air, tetapi juga penting mengetahui tentang produk koperasi secara umum sehingga mereka dapat memilih koperasi yang aman bukan hanya untuk diri mereka, tetapi juga untuk masa depan anak-anak mereka,” ujar Romo Yanuarius.
Romo Yanuarius berharap para peserta KPP bisa langsung mempraktikkan ilmu ini dengan mulai menyisihkan pendapatan di Kopdit Pintu Air.
Beliau juga berharap manajemen koperasi terus melakukan pendampingan yang berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, Romo Yanuarius menyampaikan terima kasih yang berlimpah kepada Ketua Pengurus Pusat Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, yang telah mengutus tim fasilitator handal: Abdul Rahman Na’u (Kabid Simpanan), Tarsisius Aman (Kabid Diklat), serta Yosef Freinademetz Seke (Wakil Ketua Komite Pintu Air Watuneso) demi membekali umatnya.








