
PeluangNews, Jakarta – Memasuki usia emas 50 tahun, Primaya Evasari Hospital menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas, komprehensif, dan berpusat pada keluarga. Momentum ini ditandai dengan penyelenggaraan acara bertajuk Golden Memories and Pediatric Emergency Center: Merajut Kasih Ibu dan Anak Bersama Primaya Evasari Hospital, yang menjadi ruang silaturahmi sekaligus apresiasi bagi para pejuang kecil yang pernah menjalani perawatan intensif sejak masa kelahirannya.
Kegiatan tersebut mempertemukan kembali para alumni Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) bersama dokter serta tenaga kesehatan yang pernah mendampingi mereka melewati masa-masa kritis. Lebih dari sekadar reuni, acara ini menjadi simbol keberhasilan perjalanan pemulihan para pasien sekaligus bukti bahwa pelayanan Primaya Evasari Hospital terus berlanjut bahkan setelah pasien kembali ke rumah.
Sekitar 30 keluarga atau lebih dari 120 peserta yang terdiri atas bayi dan anak alumni PICU dan NICU beserta orang tua mereka hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana hangat penuh haru mewarnai pertemuan antara keluarga pasien dengan tim medis yang pernah menjadi bagian dari perjuangan mereka.
Dalam sambutannya, CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM, mengatakan bahwa selama lima dekade Primaya Evasari Hospital telah menjadi bagian dari perjalanan ribuan keluarga, mulai dari menyambut kelahiran hingga mendampingi anak-anak melewati masa-masa kritis.
“Selama 50 tahun, Primaya Evasari Hospital tidak hanya menjadi tempat lahirnya ribuan kehidupan baru atau tempat anak-anak menjalani perawatan saat sakit, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mereka hingga tumbuh sehat bersama keluarga. Melalui Golden Memories, kami ingin merayakan setiap kisah perjuangan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang kami berikan tidak berhenti ketika pasien pulang. Kepercayaan masyarakat selama lima dekade merupakan amanah yang akan terus kami jaga melalui pelayanan yang penuh empati, berkualitas, dan berorientasi pada keluarga,” ujar Leona.
Selain menjadi ajang silaturahmi, Golden Memories juga menjadi momen peluncuran maskot baru Primaya Evasari Hospital, Kelinci Eva, yang diharapkan menjadi simbol pelayanan kesehatan anak yang hangat, ramah, dan dekat dengan keluarga.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi edukasi bersama dokter spesialis dan subspesialis yang membahas berbagai isu penting seputar kesehatan ibu dan anak, mulai dari kesehatan bayi baru lahir, gangguan saluran cerna, penyakit jantung anak, hingga penanganan kondisi kegawatdaruratan pada anak.
Dokter Spesialis Anak, dr. Desy Dewi Saraswati, Sp.A., menekankan bahwa masa bayi merupakan periode yang sangat menentukan bagi tumbuh kembang anak sehingga membutuhkan pendampingan secara menyeluruh sejak awal kehidupan.
“Pendampingan tidak hanya diperlukan ketika anak sakit, tetapi juga sejak awal kehidupan melalui perawatan bayi baru lahir, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, hingga edukasi kepada orang tua mengenai kondisi kegawatdaruratan. Melalui edukasi yang tepat, kami berharap orang tua semakin percaya diri dalam merawat anak serta mampu mengenali kapan harus segera mencari pertolongan medis,” jelas dr. Desy.
Sebagai rumah sakit yang memiliki layanan unggulan Women & Children Center, Primaya Evasari Hospital didukung fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), serta Pediatric Emergency Center. Layanan tersebut diperkuat oleh dokter spesialis dan subspesialis anak dari berbagai bidang, tenaga kesehatan berpengalaman, serta fasilitas medis yang lengkap untuk memberikan penanganan cepat, tepat, dan komprehensif.
Direktur Primaya Evasari Hospital, dr. Wily Kurniady, MARS, mengatakan bahwa Golden Memories menjadi refleksi komitmen rumah sakit untuk terus mendampingi pasien dan keluarganya, bahkan setelah masa perawatan selesai.
“Bagi kami, setiap anak yang pernah dirawat di PICU maupun NICU adalah pejuang kecil dengan cerita perjuangannya masing-masing. Kebahagiaan terbesar bagi kami adalah melihat mereka kembali tumbuh sehat, aktif, dan datang bersama keluarganya. Momen seperti inilah yang menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi setiap anak dan keluarganya,” ujarnya.
Semangat tersebut tercermin dari salah satu kisah yang dibagikan dalam acara Golden Memories. Sepuluh tahun lalu, seorang bayi lahir prematur dengan berat hanya 1.200 gram. Kondisinya sempat memburuk hingga berat badannya turun menjadi sekitar 900 gram sehingga harus menjalani perawatan intensif di NICU Primaya Evasari Hospital. Kini, anak tersebut kembali mengunjungi rumah sakit yang pernah menjadi tempat perjuangannya, bukan lagi sebagai pasien, melainkan sebagai anak yang tumbuh sehat, aktif, dan penuh keceriaan.
Selain sesi edukasi, Golden Memories juga menghadirkan berbagai kegiatan interaktif seperti permainan keluarga, hiburan, hingga sesi berbagi pengalaman antarorang tua. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi dukungan emosional bagi keluarga yang pernah menghadapi pengalaman serupa, sekaligus memberikan harapan bagi orang tua yang saat ini masih mendampingi buah hati mereka menjalani perawatan.
Memasuki usia ke-50, Primaya Evasari Hospital berkomitmen terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui kualitas layanan klinis yang unggul, pendampingan berkelanjutan, serta pendekatan family-centered care. Bagi Primaya Evasari Hospital, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan menyelamatkan pasien pada masa kritis, tetapi juga dari kesempatan menyaksikan setiap anak tumbuh sehat, berkembang optimal, dan meraih masa depan terbaik bersama keluarganya.





