
PeluangNews, Jakarta-Sebanyak 14.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha agar mampu menembus pasar nasional. Penguatan digitalisasi, kualitas produk, hingga akses pasar menjadi strategi yang disiapkan pemerintah daerah untuk mendorong produk lokal naik kelas.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Pelaku usaha juga harus mampu memahami pasar dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Ditemui PeluangNews dalam Seminar Nasional “Sinergi Pelaku Industri Kelas Menengah dengan Usaha Kelas Menengah: Dorong Hasil Produksi Hilir ke Pasar Nasional” di Jakarta, Senin (28/9/2026), diselenggarakan UKM IKM Nusantara.
Firdaus mengatakan digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat daya saing UMKM Takalar.
“Jumlah UMKM kita saat ini sekitar 14.000. Kami akan dorong agar mereka bisa menggunakan digitalisasi dalam marketing. Mereka juga harus memiliki dasar literasi digital agar mampu memasarkan produknya,” ujar Firdaus.
Menurut dia, terdapat tiga aspek yang perlu diperkuat agar UMKM Takalar dapat berkembang. Selain penguasaan digitalisasi dalam menjalankan usaha, pelaku UMKM perlu memahami kebutuhan pasar serta meningkatkan kualitas produk.
“Kami ingin meningkatkan kemampuan UMKM, pertama dalam menggunakan digitalisasi dalam kegiatan usaha. Kedua, memahami pasar. Ketiga, memahami kualitas produk. Dengan demikian, UMKM di daerah kami akan semakin baik dan semakin maju,” katanya.
Upaya tersebut sejalan dengan program Pemkab Takalar yang sejak awal 2026 memperkuat literasi digital pelaku UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah menggandeng Kaizen Collaborative Impact (KCI), AI Ready ASEAN, dan AIM ASEAN untuk memberikan pelatihan pemasaran digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Firdaus mengatakan tantangan yang masih dihadapi UMKM Takalar bukan hanya kemampuan mengelola usaha, tetapi juga akses pembiayaan dan pasar.
“Memang kendala kami adalah bagaimana meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelaku UMKM. Yang kedua adalah akses pembiayaan. Yang ketiga adalah akses pasar,” ungkapnya.
Karena itu, pengembangan UMKM diarahkan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Produk lokal juga perlu diolah agar memiliki nilai tambah dan kemudian didukung dengan strategi pemasaran serta distribusi yang mampu menjangkau konsumen lebih luas.
Salah satu potensi yang dikembangkan adalah jagung pulut. Komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti sirup, agar-agar, kue, dan produk pangan lainnya.
Takalar juga memiliki potensi besar di sektor kelautan, salah satunya rumput laut. Pemkab Takalar tengah mendorong petani rumput laut untuk memanfaatkan digitalisasi dan memperbaiki praktik bisnis agar komoditas tersebut memiliki daya saing lebih tinggi. Pada September 2026, Daeng Manye juga mendorong petani rumput laut di Takalar untuk naik kelas melalui digitalisasi dan praktik bisnis berkelanjutan.
Selain sektor produksi, pariwisata menjadi bagian dari strategi memperluas pasar UMKM. Pemkab Takalar mengembangkan sejumlah destinasi wisata prioritas dengan harapan peningkatan kunjungan wisatawan ikut membuka ruang bagi produk dan usaha masyarakat setempat.
“Ketika mereka datang ke Takalar, tentunya mereka akan membelanjakan uangnya. Manfaat ekonominya akan kembali kepada masyarakat dan pelaku UMKM,” papar Firdaus.
Pemkab Takalar juga memanfaatkan gerai di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memperkenalkan produk UMKM kepada konsumen dari berbagai daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi produk lokal untuk memperluas pasar.
Firdaus menegaskan penguatan UMKM harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengolahan produk, pemanfaatan teknologi, akses pembiayaan hingga pemasaran.
Dengan penguatan kapasitas, digitalisasi, inovasi produk, serta perluasan akses pasar, UMKM Takalar diharapkan semakin berdaya saing dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah hingga menembus pasar nasional dan internasional.








