Pemkab Tanggamus akan mengembangkan kawasan wisata lumba-lumba serta hilirisasi komoditas kopi robusta.

Perekonomian Kabupaten Tanggamus, Lampung, bergerak dinamis sejalan dengan berbagai inovasi yang dilakukan Pemda setempat. Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan masih mendominasi struktur perekonomian di wilayah berpenduduk 678 ribuan orang pada tahun lalu tersebut.
Pemkab dengan nilai produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar Rp22,72 triliun pada 2025 itu, bergerak lincah menawarkan potensi ekonomi daerah ke investor. Salah satunya dengan mengikuti ajang pameran dagang dan investasi seperti Apkasi Otonomi Expo 2026 yang berlangsung di Tangerang, 27-29 Agustus 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus, Suhaidi mengatakan keikutsertaan daerahnya di ajang tersebut untuk memperkenalkan potensi unggulan sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi.
“Di pameran Apkasi ini, kami mengangkat berbagai potensi dari sektor perkebunan, pertanian, destinasi wisata, maupun berbagai produk kerajinan dan UMKM unggulan,” kata Suhaidi saat ditemui Redaksi Peluang, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang.
Salah satu komoditas unggulannya adalah kopi robusta. Komoditas ini, tidak hanya memiliki nilai ekonomi dari sisi produksi bahan mentah, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui program hilirisasi. Melalui pengembangan industri hilir, kopi tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Selain komoditas perkebunan, di ajang pameran tersebut Pemkab Tanggamus juga menawarkan potensi besar di sektor pariwisata. Berbagai destinasi wisata alam dengan panorama yang indah menjadi sektor yang diharapkan dapat menarik minat investor, salah satunya kawasan wisata lumba-lumba.
Selain itu, terdapat pula sejumlah destinasi wisata alam dengan keindahan batu-batuan dan panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri. Namun untuk mewujudkannya, kata Suhaidi, membutuhkan dana investor yang cukup besar. “Untuk itu, kami berharap di ajang pameran Apkasi dapat mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor,” pungkasnya.
Dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp1,93 triliun pada 2025, kabupaten ini masih perlu injeksi dana investor. Selain itu, dengan pertumbuhan ekonomi yang sebesar 4,87%, Tanggamus berpotensi untuk tumbuh lebih tinggi. (Rth/Dje)





