
Per definisi, perbedaan pokok antara mural dan grafiti ditentukan tiga hal: tujuan, bentuk, dan legalitas. Grafiti: tulisan, simbol, atau gambar yang dibuat di ruang publik, biasanya cepat dan berulang. Tujuannya identitas dan eksistensi. “Gue ada di sini”. Coretan nama membahasakan “ini gue” Contoh: Darbo, 1337, Bom di tembok.
Mural itu gambar besar di dinding/tembok dengan tema tertentu, biasanya direncanakan matang. Bahasa gampangnya: Mural adalah lukisan di tembok buat diceritain ke orang. Grafiti = “Aku”. Grafiti bicara tentang identitas pribadi. Mural = “Kita”. Mural bicara tentang cerita komunitas/kota.
Tapi kini batasan antara keduanya sudah relatif cair. Toh pada kenyataannya tidak sekaku itu. Namanya “Street Art” atau “Mural Graffiti”. Maka, sekarang orang pakai istilah: Grafiti Murni → Tulisan liar Mural Murni → Gambar legal bertema Street Art → Gabungan keduanya, legal, di ruang publik.
Rekor resmi dunia: Terpanjang: Los Angeles 804 m. Tertinggi: Doha 160 m. Terluas: Dubai 17.000m². Grafiti terbanyak di 1 tembok: “5 Pointz” – New York, USA dulu Gedung 5 lantai isinya 200+ grafiti legal; dibongkar 2013, kini rekornya pindah ke Wynwood Walls, Miami. Dubai Most People Painting Mural pernah dipecahkan di India oleh 1.200 orang. Adapun rekor Indonesia “Mural Kemerdekaan Surabaya” 1,5 km. Sayang belum diajukan ke Guinness karena aturannya ketat: harus 1 karya 1 tema 1 tim.
Festival internasional. Jumlah komunitas jumlah seniman dari negara Pow! Wow! Hawaii 30-50 komunitas 200-400 seniman 20+ negara; Upfest Bristol 40-60 komunitas 300-500 seniman 15+ negara; Meeting of Styles Global 20-40 komunitas 150-300 seniman 10+ negara; Nuart Stavanger 15-25 komunitas 30-50 seniman 10 negara. Yang hadir bukan cuma komunitas mural. Biasanya campur 40% komunitas Mural/Street Art.
Di Indonesia, terbesar “Mural Kemerdekaan”, Surabaya, ± 1,5 km panjang x 3 meter tinggi. Kedua, “Mural Toleransi” Bandung; Ketiga, Lokasi: Gasibu & Area BIP: ± 800 meter panjang; lalu “Mural Jakarta Berwarna”, ± 200 m x 8 m. Kategori lokasi tertinggi gedung di Jakarta & Surabaya Mural di gedung 20 lantai. ± 60 meter tinggi Terluas 1 titik Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Mural di tribun, ± 3.000 m² Kampung Terluas Kampung Warna-warni Jodipan, Malang, 1 kampung penuh ±200 rumah dicat mural.
Di atas semuanya, sebuah mural positif mengemban tiga fungsi sekaligus: Iklan: orang berfoto, upload, viral; Gratis promosi estetika: tempat jadi lebih hidup, nggak kusam; Branding: menunjukkan “perusahaan ini peduli seni dan budaya”. Dari segi cost pun lebih murah dari pasang billboard, dan rentang masa tayangnya bisa mencapai 2-3 tahun.●(Zian)





