hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Wisata  

Labuan Bajo, Diawali Publikasi Ilmiah Komodo, 1912

Di Taman Nasional Komodo, Anda akan menikmati suguhan beberapa atraksi yang mengesankan. Di antaranya, yang spektakuler, berfoto bersama Komodo.

Sebagai salah satu dari lima pusat pertumbuhan Destinasi Super Prioritas (DSP), Labuan Bajo melengkapi diri dengan sejumlah infrastruktur publik kota yang mumpuni dalam 5 tahun terakhir. Fasilitas ini mendukung pengembangan wisata di sana sekaligus menjadi modal untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata di Manggarai Barat dan NTT. Di antaranya hotel, restoran, pusat suvenir, perbankan, pasar, toko dan lainnya hingga Labuan Bajo jadi pilihan penting untuk transit.

Kota pelabuhan di ujung barat Pulau Flores—Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT—merangkap pusat pemerintahan daerah dan gerbang wisata internasional, sudah ditetapkan sebagai DSP nasional serta pintu gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo.

Pulau Komodo & Rinca merupakan daya tarik wisata utama. Di snilah habitat asli hewan purba Komodo yang dilindungi UNESCO. Tak kalah penting Pulau Padar, dengan spot ikonik dengan pemandangan bukit dan tiga warna pantai; selain Gua Batu Cermin: gua unik dengan dinding yang memantulkan cahaya matahari. Patut diingat, di kota ini juga tersedia ribuan view sunset yang indah.

Di Taman Nasional Komodo tersimpan keindahan alam yang menakjubkan dan hewan purba yang mendunia. Menikmati pemandangan langit senja juga bisa menjadi cara lain menikmati Labuan Bajo. Spot strategis untuk menikmati keindahan senja ini berada tak jauh dari Bandar Udara Internasional Komodo. Anda dapat memilih destinasi Bukit Cinta, Puncak Amelia, atau Puncak Silvia, untuk mengabadikan langit senja yang menentramkan jiwa. Ada juga Gua Rangko yang memiliki pesona bak oasis dengan kolam air asinnya yang adem menyejukkan.

Jika Anda gemar berpetualang, trekking singkat ke Air Terjun Cunca Wulang bisa jadi pilihan. Jangan lewatkan juga pengalaman seru menjajal live-on-board, yaitu mencoba tinggal di kapal pinisi selama beberapa hari sambil berlayar mengunjungi pulau-pulau yang indah. Lebih asyik jika Anda terbiasa menyelam untuk melihat keindahan bawah laut Labuan Bajo yang istimewa.

Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo adalah satu kesatuan entitas yang tidak dapat terpisahkan. Keduanya saling terhubung sehingga ketika Anda berada di Labuan Bajo, datang mengunjungi Taman Nasional Komodo merupakan keharusan yang tak memperlukan tawar menawar.

Taman Nasional Komodo yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991 ini terdiri dari Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan beberapa pulau lain di sekitarnya. Kehadiran komodo (Varanus komodoensis) yang merupakan kadal raksasa di dunia ini pertama kali diliput dalam jurnal ilmiah pada tahun 1912. Jurnal tersebut ditulis oleh Pieter Antonie Ouwens, Direktur Museum Zoologi Bogor. Penemuan tersebut menjadi awal mula eksistensi Labuan Bajo di mata dunia karena banyak turis dan ilmuwan yang datang untuk melihat langsung ora, sebutan komodo oleh warga lokal.

Ketika berada di Taman Nasional Komodo, Anda dapat menikmati suguhan beberapa atraksi yang niscaya mengesankan. Di antaranya, yang spektakuler, berfoto bersama Komodo, kadal primitif raksasa. Ini akan menjadi pengalaman tidak terlupakan seumur hidup: selfie bersama primata langka yang hanya terdapat di Indonesia.

Spot lain yang tidak boleh ketinggalan adalah Pink Beach atau yang oleh masyarakat lokal dikenal dengan sebutan Pantai Merah. Usut punya usut, warna merah di pantai ini ternyata berasal dari hewan mikroskopis dan pecahan batu karang berwarna kemerahan di sekitar pesisir pantai.

Sebagai oleh-oleh yang jangan sampai terlupakan tatkala Anda meninggalkan Labuan Bajo yang permai itu, di antara beberapa suvenir khas yang jangan sampai ketinggalan, adalah kain songke khas Tanah Manggarai. Bahan pakaian spesifik itu umumnya berwarna dasar hitam dengan beragam motif warna-warni di atasnya.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id