
PeluangNews, Kuala Lumpur – Produk lokal asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, berhasil mencuri perhatian dalam ajang studi banding koperasi ke Malaysia pada Rabu, 29 April hingga Sabtu, 2 Mei 2026.
Selendang motif Dala Mawarani, hasil tenunan tangan anggota UMKM KSP Kopdit Pintu Air, ditetapkan sebagai cendramata favorit bagi para pengurus dan General Manager dari enam koperasi besar di Malaysia yang dikunjungi selama empat hari delegasi Indonesia di tanah Jiran.
Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, membawa langsung produk unggulan berupa selendang tenun tersebut sebagai misi promosi produk anggota dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ke kanca luar negeri.
Dalam pertemuan tersebut, Yakobus Jano terpilih untuk mengalungkan selendang tenun tersebut kepada pimpinan Angkasa (organisasi koperasi di Malaysia) sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan.
Cenderamata ini pun menjadi favorit dan sangat diapresiasi oleh para mitra koperasi di Malaysia.

“Mereka senang sekali terima itu. Ini adalah hal yang menarik dari NTT,” ujar Yakobus Jano saat dihubungi.
Setiap selendang yang diberikan disertai dengan sinopsis yang menjelaskan filosofi mendalam di balik tenunan tersebut.
“Selendang Dala Mawarani ini bukan sekadar kain, melainkan simbol solidaritas kami untuk saudara-saudara di Malaysia,” jelas Jano.
Jano menyebut, kegiatan tersebut membuka peluang perdagangan antar-koperasi (inter-cooperative trade) di level ASEAN, di mana hasil UMKM anggota Indonesia dapat menembus pasar Malaysia, begitu pula sebaliknya.
Selain mempromosikan produk fisik, Yakobus Jano juga memaparkan visi-misi KSP Kopdit Pintu Air yang berbasis pada nilai-nilai kekeluargaan dan budaya menabung.
Salah satu yang menarik perhatian adalah program Solduta (Solidaritas Duka Cita) dan Solkes (Solidaritas Kesehatan) yang hadir sebagai penyelamat bagi anggota kelas ekonomi bawah saat menghadapi masa-masa sulit.
Cerita Jano, produk unggulan Solduta dan Solved mendapat apresiasi dari para praktisi koperasi Malaysia sebagai bentuk inovasi perlindungan anggota.
“Menurut mereka, hal tersebut sangat membantu anggota saat kesulitan,” cerita Jano.
Study banding Koperasi ini diinisiasi oleh ACG Advisory Jakarta dengan misi utama mendorong kolaborasi produktif antarnegara serumpun.
Rombongan delegasi mengunjungi berbagai institusi besar di Malaysia, mulai dari regulator hingga koperasi praktisi.
Di bidang regulator dan pendidikan, rombongan delegasi melaksanakan study banding di Suruhan Jaya Koperasi Malaysia (SKM), Institut Koperasi Malaysia (IKMA), dan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia (Angkasa).
Sedangkan di bidang koperasi praktisi mereka mengunjungi, Kopetro, Coop Bank Pertama, Koperasi Sahabat, Koperasi NUCW Berhad, dan Koperasi Jaffnese.
Selain KSP Kopdit Pintu Air, peserta studi banding ini melibatkan berbagai koperasi lintas sektor seperti KSPPS Lariba Solusi Indonesia, KSPPS Artha Bahana Syariah, Koperasi Semandang Jaya, hingga koperasi dari wilayah pelosok seperti Kopanesa Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna dan Koperasi Produsen Perkebunan Tuah Buno.







