Usaha Koperasi TLM Indonesia terus berkembang dengan aset mencapai Rp1,2 triliun dan anggota peminjam 219.386 orang pada 2025. Koperasi ini menerapkan tata kelola dan manajemen risiko dengan baik sehingga NPL hanya 0,06%.

KSP TLM Indonesia mewujudkan komitmen tata kelola perkoperasian salah satunya dengan melaksanakan RAT setiap tahun. Selain itu, koperasi yang didirikan pada 15 Februari 2011 ini telah diaudit oleh auditor eksternal dan kinerjanya dirating lembaga kredibel.
RAT ke-15 KSP TLM Indonesia Tahun Buku 2025 dilaksanakan di kawasan Jalan Palapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, 25 April 2026. Penutupan RAT dihadiri pejabat teras Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena serta sejumlah tamu undangan antara lain Dinas Koperasi setempat dan Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI Group.
Dalam sambutannya Menkop Ferry menyoroti keberhasilan KSP TLM Indonesia yang tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga mengembangkan kegiatan produksi, distribusi, dan sektor usaha lainnya.
“Malam seperti ini adalah malam yang dirindukan dan diimpikan oleh para tokoh bangsa, termasuk Bung Hatta. Dengan capaian aset dan kinerja Koperasi TLM yang terus berkembang, ini menjadi penyemangat bagi seluruh koperasi di NTT,” kata Ferry.
Menkop juga menyebut menyebut semangat koperasi di daerah tersebut menjadi bukti bahwa cita-cita para pendiri bangsa untuk menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional masih sangat relevan.
Selain itu, kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, gerakan koperasi, serta dukungan masyarakat di NTT telah menghadirkan optimisme baru bagi penguatan ekonomi kerakyatan di Tanah Air.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT Melki Laka Lena menilai koperasi memiliki peran penting di daerah, khususnya di NTT yang berbasis ekonomi rakyat. “Di NTT, koperasi bukan alternatif, tetapi kebutuhan dasar. Bahkan di banyak daerah, koperasi hadir lebih dulu sebelum perbankan,” ujar Melki.
Koperasi terbukti berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,14% serta penurunan angka kemiskinan. Ini mencerminkan koperasi mampu menjadi penyelamat di tengah kondisi ekonomi ketidakpastian seperti sekarang.
Gubernur Melki menambahkan, NTT adalah laboratorium terbaik bagi pengembangan ekonomi koperasi di Indonesia. Oleh karenanya, koperasi perlu diurus dengan tata kelola yang baik seperti penyelenggaraan RAT setiap tahun. RAT bukan sekadar kewajiban organisasi, melainkan jantung kehidupan koperasi.
“RAT menjadi ruang untuk menegakkan akuntabilitas, memperkuat kepercayaan, serta menentukan arah dan masa depan koperasi secara bersama-sama. KSP TLM Indonesia telah menunjukkan bahwa koperasi dapat tumbuh besar tanpa kehilangan jati dirinya,” tegas Melki.
KSP TLM Indonesia menunjukkan bahwa koperasi selain berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang berpihak pada masyarakat kecil, memperkuat ekonomi keluarga, serta membangun solidaritas berbasis komunitas. Ini tercermin dalam berbagai program CSR yang menjangkau berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kerohanian, pertanian, hingga pembangunan sarana prasarana dan kegiatan sosial.
Aset Rp1,2 Triliun
Dalam RAT ke-15 tersebut, KSP TLM Indonesia mencatatkan pertumbuhan kinerja yang membanggakan. Total aset mencapai Rp1,2 triliun pada 2025, tumbuh sebesar 38,4% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp867 miliar. Jumlah anggota peminjam mencapai 219.386 orang, bertambah 9,6% dari 2024 sejumlah 200.219 orang.
Dari total aset tersebut, sebanyak 37 persen dukungan pembiayaan modal kerja berasal dari kemitraan dengan perbankan dan lembaga non-perbankan, di antaranya Bank NTT, Bank Artha Graha Internasional, LPDB Kemenkop, BPDLH, hingga investor sosial asing. Penyaluran kredit sebesar Rp1,9 triliun kepada 293 ribu anggota.
Kinerja KSP TLM 2024-2025
| Uraian | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
| Anggota peminjam | 200.219 | 219.386 | 9,6% |
| Aset (Rp miliar) | 867 | 1.200 | 38,4% |
| Non Performing Loan (%) | 0,09 | 0,06 | (0,03) |
“Kami bangga karena memperoleh predikat sehat dalam penilaian kesehatan koperasi. Opini audit kami juga Wajar Tanpa Pengecualian, serta kami berhasil mempertahankan rating BBB- Stable Outlook yang mencerminkan stabilitas keuangan dan kemampuan koperasi dalam memenuhi kewajiban secara berkelanjutan,” ujar Zesly N.W. Pah, Ketua Umum KSP TLM Indonesia.
Menariknya, mayoritas anggota koperasi tersebut merupakan kaum ibu yang menjadi tulang punggung keluarga dan pelaku ekonomi produktif di berbagai daerah. Ini mengingatkan pada Grameen Bank di Bangladesh yang didirikan Muhamad Yunus, sang peraih Nobel Ekonomi.
Untuk mendukung layanan simpan pinjam, pihaknya terus melakukan ekspansi pelayanan dengan membuka dua kantor cabang baru di Kabupaten Tabanan dan Jembrana, Bali, dua cabang
di Pulau Flores, serta satu cabang di Donggala, Sulawesi Tengah. Sampai dengan 31 Desember 2025, KSP TLM memiliki 28 kantor cabang dan 19 kantor cabang pembantu di 5 provinsi yakni NTT, NTB, Bali, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, koperasi ini aktif menciptakan agen beras di wilayah produktif seperti Kabupaten Kupang dan Flores Barat. Melalui Koperasi Lakof sebagai off-taker, hasil tani anggota diserap dan didistribusikan kembali ke jaringan cabang maupun anggota.
Bersama Dinas Pertanian, KSP TLM Indonesia juga mencatat peningkatan produktivitas padi dan jagung hingga 35% pada 2025. Program ini selanjutnya akan ditransformasikan menjadi skema pinjaman pertanian dan penguatan kapasitas bagi 40% anggota yang bergerak di sektor agraris.
Selain itu, perusahaan juga merealisasikan program CSR berupa rehabilitasi gerai sementara KMP Manulai II di Kupang serta kerja sama konsinyasi produk air minum sehat dan sembako dengan target omzet awal Rp247 juta per tahun.
Zesly menambahkan, pada tahun ini KSP TLM Indonesia menargetkan aset tumbuh menjadi Rp1,4 triliun. Selain itu, akan membuka dua kantor cabang baru di Bali, melakukan pemekaran empat kantor cabang di NTT dan Sulawesi Tengah, serta mempercepat transformasi digital guna memperluas akses layanan bagi anggota.
“Kami juga meluncurkan program pinjaman pendidikan bagi anak-anak anggota agar dapat menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi tanpa terkendala biaya,” pungkas Zesly. (Dje)





