
PeluangNews, Kulon Progo – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong optimalisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga penciptaan wirausaha baru.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza saat melakukan kunjungan kerja ke PLUT KUMKM Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (17/7). Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun dan mengembangkan PLUT merupakan langkah strategis untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM.
“Pemerintah pusat dan daerah hadir berkolaborasi membangun fasilitas PLUT untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi pengusaha UMKM, khususnya dalam pembiayaan dan pemasaran, sesuai arahan Presiden,” ujar Helvi dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Helvi meninjau berbagai fasilitas PLUT KUMKM Kulon Progo, berdialog dengan para konsultan pendamping, serta mendengarkan langsung pengalaman pelaku UMKM yang mendapatkan layanan konsultasi, pelatihan, pendampingan usaha, hingga akses pembiayaan dan pemasaran.
Baca Juga:Menkop Minta PLUT Dampingi Pelaku UKM
Ia juga mengapresiasi kualitas produk unggulan UMKM Kulon Progo, mulai dari kerajinan, fesyen, hingga kuliner. Menurut Helvi, produk-produk tersebut memiliki kualitas yang baik dengan harga kompetitif sehingga berpotensi memperkuat daya tarik wisata sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA), lanjutnya, menjadikan Kulon Progo sebagai kawasan strategis bagi perdagangan dan pariwisata. Kondisi tersebut harus dimanfaatkan agar UMKM lokal mampu menjadi pelaku utama dalam memenuhi kebutuhan pasar wisata maupun perdagangan.
Karena itu, PLUT dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas produksi, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing pelaku usaha agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang terus berkembang.
“Pemerintah pusat tidak membiarkan pemerintah daerah berjalan sendiri. Kementerian UMKM terus mendampingi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu menyejahterakan masyarakat,” kata Helvi.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.
Helvi juga meminta pemerintah daerah terus menjaga dan mengoptimalkan fungsi PLUT KUMKM sebagai pusat layanan terpadu bagi pelaku usaha. Sementara para konsultan pendamping diharapkan mampu memberikan layanan profesional dan menghadirkan solusi yang tepat bagi pengembangan usaha masyarakat.
Menurutnya, PLUT KUMKM di Yogyakarta berpotensi menjadi model pelayanan publik yang mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Tenaga Ahli Menteri UMKM Faisal Anwar menambahkan, PLUT perlu terus dikembangkan sebagai one stop service pendampingan UMKM sekaligus pusat inkubasi bisnis untuk melahirkan wirausaha baru, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat inovasi dan digitalisasi usaha.
“PLUT tidak hanya menjadi tempat konsultasi, tetapi juga pusat solusi bagi pengembangan usaha masyarakat. Optimalisasi harus dilakukan melalui peningkatan kapasitas pendamping, penguatan jejaring kemitraan, pemanfaatan teknologi informasi, serta penyediaan program yang sesuai dengan kebutuhan UMKM,” ujar Faisal.
Ia menilai Kulon Progo memiliki potensi ekonomi lokal yang besar, mulai dari sektor pertanian, industri kreatif, kerajinan, hingga pariwisata. Melalui PLUT, potensi tersebut dapat dihubungkan dengan akses pasar, pembiayaan, dan kemitraan usaha sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen UMKM didampingi Deputi Bidang Kewirausahaan Riza Damanik, Staf Ahli Menteri Reghi Perdana, Staf Khusus Menteri Syauqi, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono, Kepala Disperinkop UKM Kulon Progo Iffah Mufidati, serta jajaran Kementerian UMKM dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. (Aji)








