
PeluangNews, Jakarta-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat penanganan karhutla dengan mengerahkan personel, kendaraan operasional, hingga pasokan air di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Jambi.
Dukungan tersebut dilakukan melalui balai wilayah sungai dan unit teknis Kementerian PU dengan menggandeng pemerintah daerah, aparat keamanan, tim pemadam, hingga masyarakat. Infrastruktur dan sumber daya air yang tersedia dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman sekaligus mencegah api meluas.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kekeringan terus ditingkatkan melalui koordinasi lintas sektor serta optimalisasi infrastruktur yang tersedia.
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Dody.
Berau Kerahkan Kendaraan Operasional
Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Utara membantu penanganan karhutla di Kecamatan Sambaliung, Sabtu (29/8/2026).
Penanganan dilakukan di kawasan Sei Bebanir Bangun, RT 13, Jalan Poros Bangun, serta Limunjan, Sungai Buntu. Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare di lokasi pertama dan 2 hektare di lokasi kedua. Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar dan pepohonan.
Kementerian PU mengerahkan kendaraan operasional untuk mendukung penyediaan air dan pemadaman. Operasi dilakukan bersama BPBD Kabupaten Berau, Manggala Agni, Damkarmat, TNI, Polres Berau, Berau Coal, PMI, KPHP, serta masyarakat.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 18.30 WITA. Penanganan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan koordinasi bersama BPBD Kabupaten Berau.
Karhutla 7,23 Hektare di Palangka Raya Dipadamkan
Sementara itu, di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, BWS Kalimantan II turut membantu pemadaman karhutla di Jalan Nyalun Menteng, Kecamatan Jekan Raya.
Kebakaran diperkirakan meliputi area sekitar 7,23 hektare. Untuk mendukung operasi, BWS Kalimantan II mengerahkan personel dan satu unit mobil tangki berkapasitas 4.000 liter untuk memasok kebutuhan air bagi armada pemadam kebakaran.
Pasokan air diperoleh dari Perumdam Tirta Bahalap Palangka Raya. Air tersebut digunakan untuk pengisian ulang armada sehingga proses pemadaman dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Kondisi cuaca panas, kabut asap, dan vegetasi yang mengering menjadi faktor yang meningkatkan potensi penyebaran api. Namun, melalui penanganan terpadu, api berhasil dipadamkan dan dilokalisir sehingga tidak meluas.
Karhutla di Tahura Senami Capai 100 Hektare
Dukungan serupa dilakukan Kementerian PU di Kabupaten Batanghari, Jambi. Melalui BWS Sumatera VI, Kementerian PU membantu penanganan karhutla di kawasan Tahura Senami/Sultan Thaha Saifuddin, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (29/8/2026) diperkirakan menghanguskan area sekitar 100 hektare.
Dalam operasi pemadaman dan pendinginan, BWS Sumatera VI berkoordinasi dengan Manggala Agni, TNI Koramil 04 Muara Bulian, Polsek Muara Bulian, Satgas Karhutla Provinsi Posko 6 Tahura, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta BPBD Kabupaten Batanghari.
BWS Sumatera VI mengerahkan satu unit dump truck, dua pompa robin, dua selang pemadam, dua selang hisap, dan tiga tangki air portabel dengan total kapasitas 3.000 liter.
Ketersediaan air dijaga melalui pengisian ulang dari sumber terdekat. Tak hanya itu, BWS Sumatera VI juga melakukan pemboran sumur air tanah di dua lokasi untuk menambah sumber air, terutama ketika ketersediaan air permukaan terbatas akibat musim kemarau.
Operasi di lapangan turut didukung satu unit mobil angkut Manggala Agni Daops Sumatera X Muara Bulian, tiga mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter dari DLH, Manggala Agni, dan BPBD, empat set peralatan pemadaman, peralatan pemadam manual, serta satu unit GPS.
Kementerian PU memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus dilakukan. Dukungan diarahkan pada penyediaan sumber air, sarana pendukung, dan kebutuhan operasional untuk mempercepat pemadaman dan pendinginan sekaligus mencegah api meluas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Kementerian PU menghadapi dampak musim kemarau, terutama ketika terbatasnya sumber air dapat menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla.








