hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

PLTS 100 GW, Pemerintah Bidik Penguatan Ekonomi Desa

Panel Barus
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Kemenkop. Fofo: Dok. Ist

PeluangNews, Jakarta – Program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) didorong tidak sekadar menghadirkan listrik bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi produktif di daerah. Kementerian Koperasi menyiapkan model percontohan yang menempatkan koperasi sebagai pengelola sekaligus penggerak bisnis masyarakat berbasis potensi lokal.

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus mengatakan pemerintah ingin mengubah paradigma pemanfaatan listrik dari sekadar kebutuhan rumah tangga menjadi faktor utama yang menopang kegiatan produksi masyarakat.

“Menurut kami, ada sebuah paradigma baru yang didorong oleh Bapak Presiden. Listrik bukan semata-mata sebatas barang yang diperjualbelikan, tetapi harus kita lihat sebagai faktor utama dalam kegiatan produksi,” ujar Panel, di Jakarta, (20/8/2026).

Menurut dia, masyarakat juga tidak boleh hanya ditempatkan sebagai konsumen listrik. Kehadiran energi harus mampu mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki di masing-masing daerah.

“Bapak Presiden melihat masyarakat bukan semata-mata sebagai konsumen listrik, tetapi rakyat sebagai kekuatan produktif bangsa yang harus difasilitasi dan didorong semua potensinya di masing-masing daerah,” katanya.

Pulau Sembur Laut Jadi Percontohan

Kementerian Koperasi kemudian menyiapkan Pulau Sembur Laut sebagai salah satu lokasi percontohan pemanfaatan PLTS berbasis koperasi. Wilayah tersebut memiliki sekitar 200-250 rumah dan mayoritas masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan.

Panel mengatakan kondisi tersebut menjadi alasan pemilihan lokasi karena potensi perikanan masyarakat dapat dikembangkan ketika mendapat dukungan listrik yang memadai.

“Potensinya adalah perikanan. Tetapi saat ini masyarakat hidup dalam kondisi yang kurang beruntung. Terlebih sejak Indonesia merdeka, mereka belum menikmati listrik secara memadai,” ujarnya.

Menurut Panel, kondisi tersebut semakin kontras karena Pulau Sembur Laut berada berhadapan langsung dengan Singapura yang memiliki akses listrik memadai.

Kementerian Koperasi mendorong masyarakat setempat menjalankan aktivitas ekonomi melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih. Model tersebut diawali dengan musyawarah bersama masyarakat untuk menentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.

Listrik untuk Produksi

Panel menegaskan pembangunan PLTS tidak berhenti pada pemasangan pembangkit, tetapi harus disertai perencanaan kebutuhan energi untuk mendukung kegiatan produktif.

Di sektor perikanan, misalnya, masyarakat membutuhkan listrik untuk menjalankan cold storage, pabrik es, pompa air, hingga fasilitas pendukung lainnya. Ketersediaan listrik juga dapat menunjang kebutuhan bahan bakar bagi nelayan.

“Untuk menjalankan bisnis perikanan tentu membutuhkan cold storage, dan itu membutuhkan listrik yang stabil. Kemudian ada pabrik es batu. Kalau tidak ada listrik, bagaimana caranya?” kata Panel.

Dengan model tersebut, produk yang dihasilkan koperasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pulau Sembur Laut, tetapi juga dapat dipasarkan ke wilayah sekitar.

Panel berharap proyek percontohan tersebut dapat menjadi rujukan dalam penyusunan regulasi, model bisnis, dan skema pembiayaan program PLTS 100 GW.

“Kita berharap melalui piloting ini bisa menjadi rujukan bagi semua pihak dalam menyusun regulasi, model bisnis, dan skema pembiayaan,” ujarnya.

Dia menekankan keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari berapa besar kapasitas PLTS yang terpasang, melainkan dari dampaknya terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat di daerah 3T mendapat listrik, tetapi taraf kehidupannya tidak berubah. Harusnya ketika ada listrik dan energi, aktivitas produktif berjalan. Kalau aktivitas produktif berjalan, peningkatan ekonomi juga terjadi,” kata Panel.

Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah agar program PLTS 100 GW dapat direplikasi di berbagai daerah dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

pasang iklan di sini
octa vaganza