
PeluangNews, Jakarta – Pemerintah memastikan bahwa kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kelontong maupun usaha kecil yang sudah lebih dulu beroperasi di desa.
Demikian ditegaskan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi Yandri Susanto
usai Rapat Terbatas Terkait Program KDKMP di Kantornya, dikutip Selasa (21/7/2026).
Yandri mengatakan, pengaturan operasional Kopdes akan disusun sedemikian rupa agar koperasi dan pelaku usaha desa dapat tumbuh bersama.
“Nanti Kopdes utamanya menjual barang-barang bersubsidi. Insya Allah tidak akan mematikan warung-warung kecil atau kelontong yang ada di desa,” ujar Yandri, menandaskan.
“Nanti akan diatur sehingga semuanya tetap hidup dan tetap kuat,” sambungnya.
Dikatakan, aturan lebih rinci mengenai operasional Kopdes, termasuk mekanisme pengaturan harga, masih dalam tahap penyusunan.
Pemerintah menargetkan regulasi tersebut dapat rampung dalam waktu satu bulan.
“Ya nanti di operasionalisasi akan kita detilkan. Tadi diminta Pak Menko Pangan (instruksikan), satu bulan kami dikasih waktu. “Ya insya Allah Agustus,” tuturnya.
Selain menyiapkan regulasi, Kementerian Desa juga mulai menggelar pelatihan bagi calon manajer Kopdes Merah Putih agar kebijakan tersebut dipahami hingga tingkat desa.
Setelah seminar perdana digelar, pemerintah berencana memperluas kegiatan serupa ke berbagai daerah. Sehingga kebijakan ini benar-benar dipahami sampai ke akar rumput di warga desa.
“Baru sekali kami melaksanakan seminar calon manajer Kopdes. Insya Allah minggu depan juga kami akan melaksanakan di beberapa kota lagi, mungkin di Sumsel, Sumut, kemudian Pulau Jawa, di Kalimantan, di Sulawesi,” ucap Yandri.
Dia menyebutkan bahwa sosialisasi menjadi langkah penting agar kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, hingga masyarakat memahami tujuan dan mekanisme Kopdes Merah Putih.
Yandri juga menegaskan keberadaan Kopdes Merah Putih tidak akan berbenturan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebaliknya, kedua lembaga tersebut akan didorong untuk berkolaborasi sesuai bidang usaha masing-masing.
Dia menambahkan berbagai program yang telah dijalankan BUMDes, seperti desa ekspor maupun desa tematik berbasis komoditas unggulan, tetap dapat berjalan berdampingan dengan Kopdes Merah Putih.
“Jadi ini kerja sama saja, kolaborasi. Antara BUMDes dan Kopdes tidak akan saling meniadakan dan tidak akan saling menjatuhkan. Justru saling menguatkan,” imbuh Yandri, menutup. []







