
Bagong Mogok
PeluangNews, Jakarta – Para ulama, ustaz, habib, dan santri yang tergabung dalam Majelis Pecinta Rasul (MPR) melakukan kunjungan silaturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pecinta Rasul, KH Zulkifli Muharam Abu Hanifa, didampingi para pengurus, kiai, dan santri. Kedatangan mereka diterima oleh Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Tuan Guru KH Drs. Dedi Hermanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (Formula).
Dalam pertemuan tersebut, KH Zulkifli Muharam menyampaikan keprihatinan atas munculnya organisasi bernama Bagong Mogok. Ia menilai keberadaan komunitas tersebut menimbulkan keresahan, terlebih karena disebut dipimpin oleh seorang pejabat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga: KADIN DKI Jakarta Latih 600 Pelaku Usaha, Perkuat Produktivitas dan Daya Saing
Ia juga menyoroti adanya simbol yang dinilai tidak pantas dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yakni penggunaan logo bergambar kepala babi. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan gesekan sosial di tengah masyarakat.
“Jangan sampai memicu konflik horizontal dalam peringatan yang bersifat sakral. Sesuatu yang suci tidak pantas disandingkan dengan hal-hal yang identik dengan najis atau gambar yang tidak sesuai,” tegasnya.
Lebih lanjut, KH Zulkifli menilai simbol yang digunakan oleh komunitas Bagong Mogok berpotensi menyinggung perasaan umat Islam dan merendahkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
Karena itu, pihaknya mendatangi MUI untuk menyampaikan keberatan sekaligus meminta perhatian lembaga tersebut terhadap fenomena yang dinilai sensitif tersebut.
Sementara itu, Tuan Guru Dedi Hermanto menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebenaran dan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kebenaran harus berjalan seiring dengan kebaikan. Keduanya semestinya menghadirkan ketenangan, kenyamanan, dan kedamaian,” ujarnya. (RO/Aji)








