
PeluangNews, Seram Bagian Timur – Upaya mendorong kebangkitan ekonomi berbasis koperasi terus diperkuat. Kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Majelis Ulama Indonesia hadir langsung di Seram Bagian Timur untuk mengakselerasi potensi ekonomi daerah melalui pembiayaan dan penguatan kelembagaan koperasi.
Langkah ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan MUI yang menitikberatkan pada pengembangan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pendampingan usaha dan penguatan sistem kelembagaan koperasi, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menegaskan bahwa peran LPDB lebih luas dari sekadar lembaga pembiayaan. Menurutnya, LPDB menjadi instrumen negara dalam membangun koperasi yang tangguh dan berkelanjutan.
“LPDB hadir sebagai instrumen negara untuk memperkuat koperasi. Kami tidak hanya menyalurkan dana bergulir, tetapi juga melakukan pendampingan dan inkubasi usaha. Tahun ini, kami memiliki target penyaluran sebesar Rp2,1 triliun, dan kami melihat Seram Bagian Timur memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari akselerasi tersebut,” ujar Deva.
Ia menjelaskan, skema pembiayaan yang ditawarkan bersifat kompetitif, baik untuk sistem konvensional maupun syariah, tanpa beban biaya provisi dan administrasi. Hal ini diharapkan dapat mendorong koperasi berkembang menjadi entitas bisnis yang mandiri dan profesional.
Menilik potensi ekonomi Seram Bagian Timur yang dinilai sangat beragam, mulai dari sektor perikanan, sagu, industri kayu, hingga energi terbarukan berbasis pesisir. Pengembangan hilirisasi sagu, pengolahan hasil laut, desa wisata, hingga pemanfaatan mangrove untuk perdagangan karbon disebut sebagai peluang strategis yang dapat digarap melalui koperasi modern.
Selain itu, pengembangan sektor energi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan teknologi desalinasi air laut juga dinilai berpotensi menjadi model bisnis koperasi masa depan. Pada tahap awal, KDKMP di wilayah ini akan didorong mengakses dana bergulir untuk mengembangkan usaha seperti pengolahan kayu ekspor, tambak udang vaname, hingga energi surya.
“Kami melihat langsung potensi luar biasa di Seram Bagian Timur. Dari sagu, perikanan, hingga energi terbarukan. Ini bukan hanya peluang, tapi masa depan ekonomi daerah yang bisa dikelola oleh koperasi dengan dukungan pembiayaan LPDB,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Seram Bagian Timur, Fahri Husni Alkatiri, menyambut positif sinergi tersebut. Ia menilai kehadiran pemerintah pusat dan MUI menjadi dorongan penting bagi daerahnya dalam memperkuat ekonomi lokal.
“Kami menyadari bahwa Seram Bagian Timur memiliki potensi besar, namun membutuhkan dukungan pembiayaan dan pendampingan. Kehadiran Kementerian Koperasi, MUI, dan LPDB menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Fahri.
Senada dengan Bupati Fahri, Ketua MUI Bidang Ekonomi, M. Azrul Tanjung juga menyebut kerja sama ini sebagai bagian dari gerakan ekonomi umat yang terarah dan berorientasi pada kemandirian.
Menurutnya, koperasi harus menjadi motor utama ekonomi masyarakat, terutama dengan dukungan pembiayaan dan program strategis pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Kami ingin koperasi menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat. Dengan dukungan pembiayaan dari LPDB dan program dari Kementerian Koperasi, kami optimistis potensi lokal seperti perikanan dan energi berbasis surya bisa dikembangkan secara maksimal,” jelasnya.
Dengan kolaborasi LPDB Koperasi, Kementerian Koperasi, dan MUI ini diharapkan mampu menciptakan model pengembangan ekonomi berbasis koperasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan potensi besar yang dimiliki, Seram Bagian Timur diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan koperasi produktif di kawasan timur Indonesia. (Aji)








