hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Massa Mahasiswa Kembali Gelar Demo, Menag Minta Gunakan Bahasa Santun

demo
Ilustrasi: Aksi unjuk rasa mahasiswa|foto: tiro.id

PeluangNews, Jakarta – Aksi unjuk rasa mahasiswa kembali digelar. Kali ini massa berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah fakultas di Universitas Bung Karno (UBK).

Demonstrasi digelar di Jalan Medan Merdeka Selatan, kawasan selatan Monas, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Aksi sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat yang menyoroti kebijakan pemerintah ini mendapat perhatian Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Nasaruddin berharap aksi ujuk rasa dan penyampaian pendapat bisa menggunakan bahasa santun seperti Nabi Musa terhadap Firaun.

Sebagai menteri agama, lanjut Menag, dirinya memiliki kepentingan untuk mengingatkan kepada masyarakat, khususnya umat beragama.

Dia berharap aksi-aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dan elemen masyarakat menjunjung tinggi akhlak dalam berkomunikasi.

“Jadi jangan sampai nanti kita melakukan suatu tujuan yang baik, tapi melalui cara-cara yang kurang baik. Akhirnya kontraproduktif, ya kan,” ujarnya kepada wartawan Hotel Claro Makassar.

Nasaruddin mencontohkan cara para nabi, khususnya Harun dan Musa menyampaikan ajaran kepada raja seperti Firaun. Bahkan, para nabi mengingatkan kepada raja dengan cara yang baik.

“Nabi Musa dan Nabi Harun diminta menghadap kepada Firaun, itu juga ditegaskan (tercantum dalam ayat Alquran). (Nabi berbicara dengan) Firaun itu menggunakan ungkapan lain, bahasa yang santun. Jadi orang seperti Firaun pun juga perlu diberikan bahasa santun,” kata dia.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu berharap peserta aksi unjuk rasa untuk mengedepankan akhlakul karimah dalam menyampaikan gagasan kepada pemerintah.

“Jadi saya pikir sebagai warga bangsa, umat beragama, dalam berbagai hal tetaplah kita menerapkan akhlakul karimah saat menyampaikan gagasan. Enak kan kalau win-win solution, jangan loss-loss solution,” tutur Nazaruddin.

Di tempat terpisah, Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK, M Abdi Maludin, mengatakan aksi tersebut akan membawa enam tuntutan yang merupakan hasil diskusi dan kajian mahasiswa dalam merespons kondisi bangsa saat ini.

“Enam tuntutan itu sudah kita kaji dan diskusikan dengan mahasiswa UBK. Kita kompak berpendapat bahwa negara sedang tidak baik-baik saja,” kata Abdi, Minggu (14/6/2026).

“Kita bergerak untuk meluruskan kebijakan pemerintah hari ini,” tuturnya.

Adapun enam poin tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:

Mendesak pemerintah menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Mendesak peninjauan kembali Undang-Undang (UU) Kepolisian RI.

Menghentikan praktik militerisme dan menegakkan supremasi sipil.

Mendesak pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.

Memenuhi hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.

Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai membebani masyarakat.

Abdi menyatakan, massa aksi berharap dapat ditemui oleh perwakilan pemerintah saat demonstrasi berlangsung.

Sementara itu, aksi unjuk rasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung di 12 titik. []

pasang iklan di sini
octa vaganza