hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Haikal: Ayah Saya Memperjuangkan Koperasi hingga Akhir Hayat

Peluncuran buku Perspektif Bunga Rampai Opini 2015-2026. Foto: Ratih/PeluangNews
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi di Kementerian Koperasi Henra Saragih, Direktur Media Peluang Group, Dewi Tenty Septi Artianty, Haikal dalam peluncuran buku Perspektif Bunga Rampai Opini 2015-2026. Foto: Ratih/PeluangNews

PeluangNews, Jakarta – Gagasan dan pemikiran almarhum Irsyad Muchtar tentang koperasi dan ekonomi kerakyatan kini diabadikan dalam sebuah buku bertajuk Perspektif Bunga Rampai Opini 2015-2026.

Peluncuran buku tersebut menjadi momen mengenang dedikasi Irsyad Muchtar yang sepanjang hidupnya konsisten memperjuangkan koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional.

Acara peluncuran buku yang dihadiri para ketua koperasi dari berbagai daerah di Indonesia, pihak Kementerian Koperasi, keluarga, dan para sahabat almarhum berlangsung penuh haru, di Jakarta, Kamis ((16/7/2026).

Berbagai pihak mengenang Irsyad Muchtar sebagai sosok yang visioner dan tak pernah berhenti menyuarakan pentingnya penguatan koperasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Putra sulung almarhum, Haikal, mengungkapkan bahwa ayahnya memiliki komitmen luar biasa untuk mengangkat citra koperasi Indonesia di mata dunia. Menurutnya, almarhum kerap menginisiasi studi banding ke berbagai negara agar koperasi Indonesia dapat belajar sekaligus menunjukkan potensinya di tingkat global.

“Beliau adalah sosok yang sangat luar biasa dalam memperjuangkan koperasi agar bisa dipandang dunia. Karena itu, beliau beberapa kali mengajak studi banding ke luar negeri agar koperasi Indonesia semakin dikenal,” ujar Haikal.

Ia juga mengenang salah satu cita-cita besar ayahnya yang belum sempat terwujud, yakni menyusun buku tentang 100 koperasi terbesar di kawasan ASEAN. Haikal mengaku pernah mendampingi almarhum bersama adik-adiknya mengunjungi Koperasi ANGKASA di Malaysia untuk mempelajari perkembangan koperasi di kawasan tersebut.

Satu hal paling membekas, lanjut Haikal, adalah semangat almarhum yang tidak pernah surut meski kondisi kesehatannya terus menurun. Bahkan, dua hari sebelum wafat, Irsyad Muchtar masih sempat merekam pidato mengenai koperasi dan ekonomi kerakyatan.

“Dengan kondisi sakit akibat penyakit paru-paru, suara beliau sudah lirih dan terbata-bata. Namun, semangatnya untuk berbicara tentang koperasi tidak pernah padam. Itu menjadi kenangan yang sangat berharga bagi kami,” tuturnya.

Haikal berharap buku Perspektif tidak sekadar menjadi koleksi di rak buku, tetapi benar-benar dibaca dan dijadikan rujukan bagi generasi penerus gerakan koperasi.

“Harapan kami, buku ini menjadi pedoman. Tulisan-tulisan beliau sangat visioner. Untuk menulis satu kolom perspektif saja, beliau bisa menghabiskan waktu sekitar satu bulan dengan membaca enam hingga delapan buku referensi. Setiap tulisannya lahir dari proses yang panjang dan mendalam,” ungkapnya.

Menurut Haikal, dedikasi almarhum dalam membaca dan menulis menunjukkan kesungguhan beliau dalam membangun gerakan koperasi berbasis ilmu pengetahuan dan pemikiran yang kuat. Ia meyakini gagasan-gagasan yang diwariskan melalui buku tersebut akan tetap relevan dalam menjawab tantangan koperasi Indonesia ke depan.

Peluncuran buku Perspektif menjadi penanda bahwa pemikiran Irsyad Muchtar akan terus hidup melalui tulisan-tulisannya. Bagi keluarga dan insan koperasi, buku tersebut bukan hanya menjadi dokumentasi perjalanan intelektual almarhum, tetapi juga warisan pemikiran yang diharapkan mampu menginspirasi lahirnya gerakan koperasi yang lebih maju, modern, dan berdaya saing.

pasang iklan di sini
octa vaganza