dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

Korupsi Masih Jadi Tantangan Penegakan Integritas di Sektor Jasa Keuangan

Korupsi Masih Jadi Tantangan Penegakan Integritas di Sektor Jasa Keuangan/Dok. OJK

Peluang News, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa risiko korupsi masih menjadi suatu tantangan yang besar bagi sektor jasa keuangan di Indonesia.

Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena mengatakan, hal ini merupakan salah satu perhatian utama OJK, khususnya dalam upaya penegakan integritas di tanah air.

Untuk itu, ia menjelaskan, OJK akan terus mendorong dan memperkuat tata kelola serta integritas bersama dengan para pemaku kepentingan.

“Hal ini bertujuan untuk mewujudkan ekosistem sektor jasa keuangan yang tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Sophia di Jakarta, Rabu (20/3/2024).

“Apalagi, penurunan ranking Corruption Perception Index (CPI) Indonesia 2023 dan tren penurunan nilai indeks integritas di Indonesia dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa tingkat risiko korupsi di Indonesia, termasuk sektor jasa keuangan masih cukup tinggi,” jelasnya.

Selain itu, kata Sophia, OJK juga akan terus berkomitmen untuk melakukan berbagai perbaikan berkelanjutan dalam upaya penegakan integritas OJK dan SJK.

Menurutnya, OJK telah menyiapkan sejumlah cara atau strategi untuk melakukan penguatan dan penegakan integritas tersebut.

“Yang di antaranya dengan melakukan perbaikan melalui diseminasi mandiri oleh seluruh satuan kerja first line, membangun dan mengembangkan budaya integritas OJK, perluasan ruang lingkup sertifikasi ISO 37001 SMAP untuk seluruh satuan kerja di internal OJK, serta melakukan penerbitan peraturan strategi anti-fraud yang terintegrasi untuk seluruh SJK,” tuturnya.

Berkaitan dengan hal ini, OJK sendiri sebelumnya telah menggelar kegiatan Governansi Insight Forum di Jakarta, pada Selasa (19/3/2024).

Adapun kegiatan ini merupakan forum diskusi yang melibatkan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sophia mengungkapkan, forum tersebut bertujuan untuk membahas praktik-praktik terbaik dalam penegakan integritas yang dapat diterapkan di organisasi masing-masing.

Bahkan, berdasarkan hasil survei penilaian integritas (SPI) yang diselenggarakan oleh KPK pada 2023, OJK berhasil memperoleh nilai sebesar 83,26.

Nilai ini berada di atas nilai rata-rata dari Kementerian/Lembaga/Pemda se-Indonesia, yaitu sebesar 70,97.

“Hal ini mencerminkan bahwa OJK berada pada risiko korupsi yang rendah, sekaligus menunjukkan strategi penguatan dan penegakan integritas OJK telah berjalan secara masif dan efektif,” ungkapnya.