hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Konsumsi Ikan Air Tawar Meningkat, Hilirisasi Jadi Kunci Nilai Tambah

Ikan Air Tawar/ Foto: Ist

PeluangNews, Jakarta – Peningkatan konsumsi ikan nasional dalam lebih dari satu dekade terakhir membuka peluang besar bagi pengembangan industri pengolahan perikanan berbasis inovasi. Tren ini turut mendorong upaya hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk, terutama di sektor perikanan air tawar.

Periset Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Diana, mengungkapkan bahwa konsumsi ikan masyarakat Indonesia meningkat signifikan dari 30,48 kilogram per kapita pada 2010 menjadi 58 kilogram per kapita pada 2024.

Hal tersebut disampaikan Diana saat memberikan materi kepada kelompok usaha yang tergabung dalam inkubator bisnis di bawah Yayasan Inotek, dalam workshop hari kedua bertema Teknologi Hilirisasi Perikanan di Kabupaten Majalengka beberapa waktu lalu.

“Menurut data KKP pada tahun 2020–2025, produksi kelautan dan perikanan Indonesia secara konsisten mengalami kenaikan dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 3,8 persen. Rata-rata produksi budidaya ikan pada periode tersebut mencapai 5,84 juta ton. Provinsi dengan tingkat konsumsi ikan tertinggi adalah Maluku, mencapai 79,49 kilogram per kapita,” jelasnya.

Dalam paparannya, Diana juga menguraikan komposisi kimia ikan yang terdiri atas air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, serta pigmen. Ia menekankan pentingnya memahami ciri-ciri ikan segar, yang dapat dilihat dari kondisi mata, insang, warna, bau, tekstur daging, sisik, hingga bagian perut.

Sebagai bagian dari workshop, peserta diperkenalkan dengan berbagai produk olahan hasil perikanan, seperti abon ikan, nugget ikan, hingga tepung tulang ikan. Produk-produk tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk dikomersialisasikan, sehingga mendorong lahirnya startup dan pelaku UMKM baru di sektor pengolahan perikanan.

“Setiap produk olahan merupakan bentuk diversifikasi hasil perikanan. Baik bahan baku yang belum dimanfaatkan maupun yang sudah dimanfaatkan harus tetap memperhatikan mutu dan nilai gizi. Ini penting untuk meningkatkan konsumsi sekaligus nilai jual produk,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi pemanfaatan bagian ikan yang selama ini belum dimaksimalkan, seperti kulit, sisik, tulang, hati, kepala, hingga gelembung renang, yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Selain aspek pengolahan, Diana menegaskan pentingnya pengemasan dalam rantai distribusi dan pemasaran produk perikanan. Menurutnya, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai wadah, tetapi juga melindungi produk, memperpanjang umur simpan, serta memudahkan penggunaan bagi konsumen.

“Pengemasan juga menjadi identitas produk, yang memuat informasi seperti komposisi, cara penyimpanan, hingga petunjuk penggunaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pencantuman label pada produk pangan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap produsen maupun pihak yang memasukkan pangan kemasan ke wilayah Indonesia. Label harus melekat dengan baik, tidak mudah rusak, serta mudah dibaca oleh konsumen.

Menurut Diana, label sekurang-kurangnya memuat nama produk, berat bersih, nama dan alamat produsen, daftar bahan, tanggal kedaluwarsa, serta kode produksi. Informasi gizi juga harus disampaikan secara benar dan tidak menyesatkan, termasuk nilai energi dan persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Penjual Perikanan Kabupaten Majalengka, Desi Sartika, turut mendampingi empat kelompok perikanan, tiga kelompok kemasan, serta satu koperasi binaan Kementerian Kelautan.

“Kelompok ini diikutkan workshop agar dapat meningkatkan mutu dan daya saing produk, mulai dari teknologi pengolahan hingga pengemasan,” ujarnya.

Desi berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, termasuk melalui dukungan pemasaran seperti keikutsertaan dalam bazar dan pameran di tingkat daerah maupun nasional.

Menanggapi hal itu, Diana menyampaikan harapannya agar hasil riset BRIN tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diadopsi dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

“Kami berharap muncul mitra-mitra penerus dari inovasi yang telah kami kembangkan, sehingga memberikan manfaat nyata dan meningkatkan nilai tambah bagi sektor perikanan,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza