hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Iradiasi Beras Buka Peluang Ketahanan Pangan

Ilustrasi Foto: Ist

PeluangNews, Jakarta – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini memasuki fase yang lebih inovatif. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai mendorong pemanfaatan teknologi nuklir untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan komoditas pangan, khususnya beras.

Melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), BRIN menggandeng Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (BULOG) untuk menjajaki penerapan teknologi iradiasi sebagai solusi pengelolaan stok pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini ditindaklanjuti melalui kunjungan teknis ke fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) di kawasan GA Siwabessy, Tangerang Selatan, pada Rabu (8/4). Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian sinergi strategis yang telah dibangun sejak awal 2026 antara kedua institusi.

Dalam kunjungan tersebut, tim BULOG dan BRIN meninjau langsung proses iradiasi berbasis akselerator elektron. Mulai dari sistem konveyor, ruang iradiasi, hingga mekanisme operasional alat dipelajari secara detail untuk memahami kesiapan teknologi dalam skala implementasi.

Selain observasi teknis, kedua pihak juga memperdalam diskusi terkait potensi penerapan teknologi ini pada komoditas beras. Sejumlah aspek krusial turut dibahas, mulai dari spesifikasi teknis, proyeksi biaya, analisis teknoekonomi, hingga kemungkinan integrasi ke dalam sistem logistik BULOG.

Kepala ORTN BRIN, Syaiful Bahkri, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari peran BRIN dalam menghadirkan solusi berbasis sains untuk tantangan nasional.

“Melalui kolaborasi dengan BULOG, kami berharap teknologi ini dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kualitas dan daya simpan beras, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dari sisi operator logistik pangan, Direktur SDM dan Transformasi BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, melihat teknologi iradiasi sebagai peluang strategis dalam modernisasi pengelolaan stok.

“Dengan umur simpan yang lebih panjang dan kualitas yang tetap terjaga, BULOG dapat memperkuat manajemen stok dan distribusi. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Logistic Supply Chain BULOG, Joko Suryono, menilai peluang implementasi cukup besar, meskipun masih membutuhkan kajian lanjutan agar penerapannya optimal di lapangan.

Sebagai langkah berikutnya, kedua pihak akan memperdalam studi teknis dan teknoekonomi, menyusun draft Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta mengidentifikasi kebutuhan uji coba pada komoditas beras. Koordinasi dengan operator fasilitas juga akan diperkuat guna memastikan kesiapan implementasi secara menyeluruh.

Kolaborasi ini menegaskan arah baru pemanfaatan teknologi nuklir di sektor pangan. Tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga membuka peluang efisiensi logistik, penguatan cadangan beras, serta stabilitas harga—faktor kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.

pasang iklan di sini
octa vaganza