hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Koperasi Diajak Tumbuh Lebih Cepat, LPDB Buka Pendaftaran Inkubasi 2026

Koperasi Diajak Tumbuh Lebih Cepat, LPDB Buka Pendaftaran Inkubasi 2026
LPDB buka pendaftaran inkubasi 2026/Dok.PeluangNews-HO Humas

PeluangNews, JakartaLembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi resmi membuka pendaftaran tenant untuk Program Inkubasi LPDB Koperasi 2026. Program ini menjadi peluang strategis bagi koperasi di seluruh Indonesia untuk naik kelas melalui pendampingan intensif dan terintegrasi, khususnya bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta koperasi sektor riil yang masuk prioritas nasional.

Program inkubasi ini tidak hanya berfokus pada penguatan usaha, tetapi juga mendorong transformasi kelembagaan agar koperasi lebih profesional, adaptif, dan kompetitif di tengah dinamika ekonomi.

Melalui kolaborasi dengan 15 lembaga inkubator terpilih di berbagai wilayah Indonesia, peserta akan mendapatkan pendampingan menyeluruh. Mulai dari penguatan manajemen, peningkatan kapasitas usaha, hingga akses pembiayaan dan pasar.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menegaskan bahwa program ini merupakan peluang akselerasi bagi koperasi untuk berkembang lebih cepat.

“Kami mengajak koperasi, khususnya sektor riil dan Koperasi Desa Merah Putih, untuk bergabung. Ini bukan sekadar pendampingan, tetapi akselerasi agar koperasi naik kelas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, LPDB terus mengintegrasikan pembiayaan dengan pendampingan agar koperasi tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga kesiapan bisnis yang matang.

Sementara itu, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menyebut program ini terbuka dan gratis bagi koperasi yang telah memiliki usaha aktif serta komitmen untuk berkembang.

“Koperasi akan mendapatkan pembinaan terstruktur dan terukur, sehingga siap masuk ke ekosistem pembiayaan dan pasar yang lebih luas,” katanya.

Syarat dan Kriteria Peserta

Untuk koperasi sektor riil, program ini menyasar bidang yang mendukung prioritas Kementerian Koperasi, seperti:

  • Pangan dan pertanian
  • Kelautan dan energi biomassa
  • Hilirisasi kelapa sawit
  • Tekstil/garmen
  • Distribusi pupuk
  • Transportasi online
  • Desa wisata dan perumahan rakyat

Koperasi juga wajib telah aktif berusaha minimal satu tahun serta memiliki legalitas dan perizinan yang lengkap.

Sementara bagi KDKMP, persyaratan meliputi legalitas usaha, pembaruan data di aplikasi Simkopdes, serta rencana pengembangan usaha yang jelas. Koperasi juga diutamakan memiliki minimal satu unit usaha aktif, seperti gerai sembako, apotek, klinik, gudang/logistik, atau simpan pinjam.

Didukung 15 Inkubator Nasional

Program ini didukung 15 lembaga inkubator yang tersebar di berbagai daerah, antara lain:

  • Papua: Pusat Inkubator Bisnis Universitas Ottow Geissler
  • Kalimantan Barat: PPIIBT Universitas Tanjungpura
  • Kalimantan Selatan: Wetland Box
  • Sulawesi Tengah: Gampiri Interaksi Lestari
  • Sulawesi Selatan: Inkubator Baji Tallasa
  • Banten: Link Productive
  • Jawa Barat: Cubic Inkubator Bisnis, Garut Techno Park, BIG UNPAD, Inkubator IKOPIN
  • Jawa Tengah: Inkubator LPPM Universitas Negeri Semarang
  • DI Yogyakarta: Amikom Business Park
  • Jawa Timur: Inkubator Bisnis Cah Angon, LINK KITA
  • Bali: Inkubator Bisnis Universitas Hindu Indonesia

“Sebaran inkubator ini memungkinkan pendampingan yang kontekstual sesuai potensi dan karakteristik daerah,” tambah Krisdianto.

LPDB optimistis program ini mampu melahirkan koperasi unggulan yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian anggota dan masyarakat.

Pendaftaran tenant Program Inkubasi LPDB Koperasi 2026 dapat dilakukan melalui situs resmi inkubator.lpdb.id. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza