hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Jemaah Haji Kembali ke Pemondokan Masing-masing di Makkah

jemaah haji
Ilustrasi: Jemaah lansia tengah mendapat pelayanan petugas | foto: Kemenag

PeluangNews, Jakarta – Para jemaah haji Indonesia sudah banyak yang kembali ke Makkah dari Mina, Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Ichsan Marsha mengungkapkan, jemaah haji yang telah melakukan Nafar Tsani mulai diberangkatkan dari Mina ke kota Makkah, khususnya untuk kembali ke pemondokan masing-masing.

Lalu lintas menuju hotel diperkirakan masih padat dan kemungkinan masih ada pengalihan jalur transportasi.

“Kami mengimbau jemaah tetap sabar dan tenang selama perjalanan menuju hotel,” kata Ichsan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Kemenhaj RI, Sabtu (30/5/2026).

Kendati adanya potensi pengalihan jalur transportasi, lanjut dia, Kemenhaj tetap mengupayakan bus pengantar jemaah haji Indonesia berhenti di dekat hotel.

Sementara itu, anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Danang Wicaksana meminta kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas hingga seluruh proses pemulangan seluruh jemaah haji ke Indonesia.

Kualitas layanan tidak boleh menurun setelah fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Jangan sampai terjadi penurunan kualitas layanan setelah fase Armuzna,” kata Danang, Sabtu (30/5/2026).

Dia menilai fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, hingga Mina merupakan masa krusial dan telah berlangsung dengan baik.

Berbagai upaya pemerintah dan petugas haji telah membantu kelancaran pergerakan serta pelayanan jemaah di Tanah Suci.

Akomodasi untuk jemaah yang masih berada di Tanah Suci harus tetap dijaga oleh para petugas haji.

Selain itu, layanan konsumsi di Makkah dan Madinah juga perlu terus diawasi untuk memastikan kebutuhan jemaah terpenuhi dengan baik.

Danang meminta operasional bus selawat tetap memberikan pelayanan optimal, terutama untuk mendukung mobilitas jemaah menuju Masjidil Haram.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya ketepatan jadwal, kenyamanan, dan keselamatan dalam perjalanan jemaah dari Makkah menuju Madinah.

“Begitu pula dengan proses penerbangan jamaah ke Tanah Air. Semua harus dipastikan berjalan lancar, tepat waktu, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan jemaah,” ucap dia.

Danang berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mempertahankan kualitas pelayanan hingga akhir penyelenggaraan ibadah haji 2026. []

pasang iklan di sini
octa vaganza