
PeluangNews, Jakarta – Jemaah haji pada musim haji 2026 melonjak lebih dari 1,7 juta umat Islam dari berbagai negara.
Total jemaah haji mencapai 1.707.301 orang. Jumlah ini meningkat 34.071 jemaah atau sekitar 2,04% dibandingkan musim haji 2025 sebanyak 1.673.230 jemaah.
Demikian menurut data resmi otoritas kerajaan Arab Saudi. Rinciannya, mayoritas jemaah berasal dari luar Arab Saudi, yakni 1.546.655 orang, sebanyak 160.646 lainnya merupakan warga negara dan penduduk Arab Saudi.
Peningkatan jumlah jemaah ini, menurut pemerintah Arab Saudi, menunjukkan tingginya minat umat Islam di dunia untuk berhaji kendati kondisi global dan regional terus berubah.
Dari total jemaah internasional, 1.485.729 orang datang melalui jalur udara. Sedangkan 54.429 jemaah masuk melalui jalur darat dan 6.497 lainnya tiba lewat jalur laut.
Pemerintah Arab Saudi terus memperluas fasilitas kedatangan dan mempercepat proses layanan di berbagai pintu masuk utama demi mengurangi kepadatan jemaah.
Salah satu faktor meningkatnya jemaah haji yaitu penggunaan program Makkah Route Initiative. Program ini merupakan salah satu inovasi yang mencuri perhatian umat Islam dunia.
Program ini memungkinkan jemaah menyelesaikan proses imigrasi, paspor, dan bea cukai sejak dari negara asal sebelum terbang ke Arab Saudi.
Dengan sistem tersebut, jemaah bisa langsung menuju hotel atau penginapan setibanya di Tanah Suci tanpa antre panjang di bandara.
Tahun ini, jumlah jemaah yang memanfaatkan layanan tersebut mencapai 388.694 orang, naik sekitar 23,7% dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 314.337 jemaah.
Otoritas Arab Saudi menyebut peningkatan layanan haji tahun ini didukung oleh penguatan digitalisasi dan sistem manajemen jemaah berbasis teknologi.
Kerajaan juga meningkatkan koordinasi antara sektor keamanan, kesehatan, transportasi, dan logistik untuk memastikan operasional haji berjalan lancar.
General Authority for Statistics menambahkan, seluruh data haji diperoleh dari basis data administratif milik Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.
Metode ini digunakan untuk memastikan akurasi dan reliabilitas data selama musim haji berlangsung. []








