hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Jakarta Bidik Dampak Ekonomi dari Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026 yang akan berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 3–6 Juli 2026/ Kemenpora

PeluangNews, Jakarta – Ribuan atlet, ofisial, delegasi, dan pendukung dari berbagai negara diperkirakan akan menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi Jakarta saat Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026 digelar di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, pada 3–6 Juli 2026. Melihat potensi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan tinju tingkat Asia itu sebagai bagian dari upaya memperkuat sport tourism sekaligus pembinaan atlet muda Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, saat menerima jajaran Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERBATI) yang dipimpin Ketua Harian Kahar Novian Herbowo dan Sekretaris Jenderal Hengky Silatang di Kantor Dispora DKI Jakarta.

Sekretaris Jenderal PERBATI Hengky Silatang mengatakan dukungan Pemprov DKI Jakarta menjadi faktor penting dalam menyukseskan kejuaraan yang akan mempertemukan ratusan petinju muda terbaik dari berbagai negara Asia.

“Pemprov DKI Jakarta sebagai tuan rumah siap mendukung niat PERBATI menyukseskan pelaksanaan Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026. Event internasional ini menjadi bagian dari program pembinaan petinju muda Indonesia menuju berbagai ajang internasional,” ujar Hengky di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga bertaraf internasional, tetapi juga mendukung visi Jakarta sebagai kota yang mengembangkan sektor pariwisata berbasis olahraga.

Dalam pertemuan tersebut, Dispora DKI Jakarta menilai Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026 sejalan dengan upaya memperkuat citra Jakarta sebagai kota penyelenggara berbagai event olahraga internasional.

Hengky menjelaskan dukungan pemerintah daerah juga sejalan dengan komitmen pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam memperkuat pembinaan olahraga prestasi.

Menurutnya, PERBATI telah memenuhi seluruh ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 8 Tahun 2026, termasuk berstatus sebagai induk organisasi cabang olahraga yang diakui Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) serta berafiliasi dengan World Boxing.

“Dukungan Kemenpora dan Pemprov DKI Jakarta menjadi bukti bahwa PERBATI telah memenuhi ketentuan sebagai induk organisasi cabang olahraga yang sah serta berafiliasi dengan World Boxing,” katanya.

Lebih lanjut, Hengky menegaskan penyelenggaraan kejuaraan Asia tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang PERBATI untuk mengembalikan prestasi tinju amatir Indonesia di tingkat internasional.

Ia mengatakan Ketua Umum PERBATI Ray Zulham Farras Nugraha sejak awal menjadikan pembinaan atlet sebagai prioritas melalui program pemusatan latihan nasional, peningkatan frekuensi kompetisi internasional, hingga penyelenggaraan kejuaraan dunia di Indonesia.

“PERBATI memahami bahwa tanpa kompetisi yang berkualitas tidak mungkin melahirkan petinju yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Strategi tersebut diharapkan mampu mengembalikan tradisi prestasi tinju Indonesia yang pernah ditorehkan Wiem Gomies dengan dua medali emas Asian Games pada 1970 dan 1978, Pino Bahari peraih emas Asian Games 1990, serta Ferry Moniaga, Albert Papilaya, dan La Paene Masara yang pernah menembus babak perempat final Olimpiade.

Sementara itu, Manajer Kompetisi Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026 Muhammad Arisa Putra Pohan mengungkapkan antusiasme peserta terus meningkat menjelang pelaksanaan kejuaraan.

Ia menyebut jumlah atlet yang telah mendaftar melonjak dari semula 344 menjadi 426 petinju yang berasal dari 26 negara Asia.

“Hingga saat ini sudah tercatat 426 petinju dari 26 negara Asia yang mendaftar. Jumlah peserta ini di luar dugaan dan menunjukkan besarnya kepercayaan negara-negara Asia terhadap penyelenggaraan kejuaraan di Indonesia,” kata Boy Pohan.

Meningkatnya jumlah peserta diperkirakan memberikan efek berganda bagi perekonomian Jakarta melalui meningkatnya permintaan terhadap layanan transportasi, perhotelan, kuliner, hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama kejuaraan berlangsung.

Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga nasional sekaligus memperluas penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui olahraga prestasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan industri olahraga.

pasang iklan di sini
octa vaganza