hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Jemaah Haji Bergerak ke Makkah, Suhu Capai 43 Derajat Celcius

Jemaah Haji
Suasana ibadah haji/dok.kemenag

PeluangNews, Jakarta – Sejumlah jemaah haji Indonesia kloter 1 sudah bergerak ke Tanah Suci Makkah, setelah melaksanakan Salat Arbain delapan hari di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Jemaah haji yang sudah di Makkah merupakan bagian dari 159 kloter dengan total 69.193 jemaah yang telah diberangkatkan pada 22 April lalu.

Diinformasikan bahwa suhu siang hari di Kota Makkah, diperkirakan mencapai 43 derajat Celcius. Sedangkan rata-rata kecepatan angin 10 kilometer per jam dan kelembaban 17% RH (kelembaban relatif).

Perkiraan suhu tersebut mengacu data Early Warning System (EWS) yang dikeluarkan oleh Tim Sanitasi dan Food Security Daker Makkah pada 2026 dari sumber accuweather.

PPIH Arab Saudi mengeluarkan sejumlah rekomendasi menghadapi cuaca panas.

Jemaah haji Indonesia diminta rutin meminum air putih yang bisa dicampur dengan oralit atau zamzam setidaknya 200 ml per jam. Jemaah juga diminta minum tanpa menunggu rasa haus.

Jemaah lanjut usia (lansia) dan yang memiliki komorbid diimbau untuk melaksanakan salat di hotel. Jika sangat terpaksa keluar, maka jemaah wajib menggunakan sandal, masker, payung, dan pelindung diri lainnya.

Dokter Sektor 1 Daker Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi mengungkapkan, strategi efektif yang bisa dilakukan jemaah menghadapi cuaca ekstrem.

“Kondisi panas di Arab Saudi jangan dianggap sepele, jika tidak waspada sejak awal tubuh bisa mengalami heatstroke atau sengatan panas,” kata Fathi di Madinah, Arab Saudi, Minggu (3/5/2026).

Ada sejumlah tanda seseorang mengalami gejala sengatan panas yang harus diwaspadai. Antara lain kepala pusing dan berdenyut, jantung berdebar kencang, kulit terasa panas dan kering, hingga muncul rasa mual dan kram otot mendadak.

Tips Hadapi Cuaca Terik Dokter Fathi membagikan tips menghadapi cuaca terik di Arab Saudi. Lebih-lebih diperkirakan suhu siang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.

Pertama gunakan Alat Pelindung Diri (APD). Jemaah bisa menggunakan payung, topi lebar, dan kacamata hitam saat berada di luar ruangan. Namun Jemaah perlu memperhatikan bahwa topi tidak boleh dipakai oleh laki-laki yang sedang berihram.

Kedua, membasahi masker dan menyemprotkan air ke wajah. “Jika terasa kering, semprotkan air ke wajah, ini membantu mendinginkan udara yang kita hirup masuk ke paru-paru,” kata Dokter Fathi.

Jemaah juga diminta meminum larutan elektrolit. “Campurkan oralit ke dalam botol minum untuk mengganti garam tubuh yang hilang melalui penguapan,” ujarnya.

Selanjutnya menghindari kontak matahari langsung atau gunakan sunscreen setiap dua jam sekali. Jemaah juga diminta tidak melepas alas kaki. []

octa vaganza