hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Kolaborasi Kunci Dongkrak Ekonomi Jakarta Pusat

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi dalam kegiatan Musyawarah Kota Kadin Jakartaa Pusat. Foto: Gema/peluangnews
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi dalam kegiatan Musyawarah Kota Kadin Jakartaa Pusat. Foto: Gema/peluangnews

PeluangNews, Jakarta — Penguatan kolaborasi antara pelaku usaha besar, UMKM, dan pemerintah menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta Pusat. Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kota (Mukota) VII Kadin Jakarta Pusat yang mengusung tema “Pengusaha Kuat, Jakarta Pusat Hebat” di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Dalam musyawarah tersebut, Samser Affandi Gultom resmi dilantik sebagai Ketua Kadin Jakarta Pusat periode 2026-2031. Samser diharapkan mampu membawa organisasi menjadi wadah yang semakin aktif dalam membuka akses pasar, memperkuat kemitraan, serta membantu pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan bisnis.

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, kepemimpinan baru Kadin Jakarta Pusat harus segera menerjemahkan hasil musyawarah menjadi program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi anggota.

“Pak Samser saya pesan kita harus bisa saling mendengar, saling membantu, dan bergerak bersama. Karena dari organisasi yang kuat, kita dapat membangun pengusaha yang kuat dan Jakarta Pusat yang hebat,” ujar Diana.

Ketua Kadin Jakarta Pusat periode 2026-2031 Somser Affandi Gultom dan Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi. Foto: Gema/peluangnews
Ketua Kadin Jakarta Pusat periode 2026-2031 Samser Affandi Gultom dan Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi. Foto: Gema/peluangnews

Menurut Diana, Jakarta Pusat memiliki potensi ekonomi yang besar karena menjadi pusat aktivitas perkantoran, perdagangan, hotel, kuliner, jasa hingga berbagai kegiatan dan pertemuan. Besarnya aktivitas ekonomi tersebut juga menjadi peluang untuk memperkuat keterhubungan antara perusahaan besar dengan UMKM.

Karena itu, Kadin Jakarta Pusat didorong tidak sekadar menjadi organisasi yang mempertemukan pengusaha, tetapi juga mampu mengubah jaringan bisnis menjadi peluang usaha yang konkret.

“Ketika usaha tumbuh, manfaatnya harus ikut dirasakan oleh pekerja, pemasok, pedagang kecil, dan masyarakat,” ungkapnya.

Diana menyampaikan setidaknya tiga hal yang perlu menjadi perhatian kepengurusan baru. Pertama, membangun kemitraan yang mampu membuka pasar bagi anggota dan UMKM. Kedua, memperkuat kerja sama dengan pemerintah kota untuk membantu menyelesaikan berbagai hambatan usaha. Ketiga, membantu pengusaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan dalam organisasi. Menurut dia, perbedaan merupakan bagian yang wajar dalam proses musyawarah dan harus diselesaikan dengan komunikasi serta mengedepankan kepentingan anggota.

Musyawarah Kota Kadin Jakarta Pusat. Foto: Gema/peluangnews
Musyawarah Kota Kadin Jakarta Pusat. Foto: Gema/peluangnews

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setko Jakarta Pusat Yassin Pasaribu yang mewakili Wali Kota Jakarta Pusat menyebut tema “Pengusaha Kuat, Jakarta Pusat Hebat” sangat relevan dengan tantangan pembangunan ekonomi saat ini.

“Pengusaha kuat menjadi salah satu fondasi penting bagi terwujudnya Jakarta Pusat yang hebat. Sebaliknya, Jakarta Pusat yang memiliki iklim usaha kondusif akan menjadi ruang tumbuh bagi para pengusaha untuk berkembang, berinovasi dan meningkatkan daya saing,” papar Yassin.

Ia berharap kepengurusan baru Kadin Jakarta Pusat dapat membangun komunikasi yang semakin erat dengan Pemerintah Kota Jakarta Pusat sehingga berbagai potensi dunia usaha dapat dikembangkan secara bersama-sama.

Mantan Ketua Kadin Jakarta Pusat periode 2022-2026, Sri Enggarwati, turut menyoroti besarnya potensi sektor perdagangan dan jasa di wilayah tersebut.

Menurutnya, karakter Jakarta Pusat yang menjadi pusat aktivitas bisnis membuat sektor perdagangan dan jasa memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian.

“Kalau bidang yang kita prioritaskan, tidak mungkin satu. Di Jakarta Pusat itu perdagangan dan jasa, sehingga semuanya berdampak,” tambahnya.

Sri menilai kolaborasi menjadi kebutuhan penting agar pelaku usaha dari berbagai skala dapat berkembang bersama. Kadin Jakarta Pusat diharapkan dapat membantu anggota ketika menghadapi berbagai persoalan usaha, termasuk terkait perizinan dan kebutuhan pengembangan bisnis.

Dengan kepengurusan baru periode 2026-2031, Kadin Jakarta Pusat diharapkan semakin berperan sebagai penghubung antara dunia usaha dan pemerintah sekaligus membuka lebih banyak peluang kemitraan bagi pelaku usaha.

Penguatan jaringan tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi Jakarta Pusat tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan besar, tetapi juga memberikan dampak bagi UMKM dan masyarakat yang berada di sekitar pusat-pusat kegiatan ekonomi.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id