hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Thailand

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor bawang merah Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS), Sabtu (12/9/2026). (Dok. Kemenko Pangan – Peluangnews)

PeluangNews, Jakarta – Produksi bawang merah nasional mulai memasuki fase baru. Setelah kebutuhan domestik terpenuhi, pemerintah kini mendorong komoditas tersebut memperluas pasar ke kawasan regional, salah satunya melalui ekspor bawang merah Brebes ke Thailand.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor bawang merah Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS), Sabtu (12/9/2026) lalu.

Ekspor tersebut menjadi penanda bahwa produksi bawang merah Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai menembus pasar regional dan bersaing di pasar ekspor.

“Kita bersyukur kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi. Sekarang kita dorong agar produksi terus meningkat sehingga petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih baik, termasuk pasar ekspor,” ujar Zulkifli Hasan.

Brebes menjadi salah satu sentra utama produksi bawang merah nasional. Kabupaten tersebut menyumbang sekitar 20 persen produksi bawang merah nasional dan 60 persen produksi Jawa Tengah.

Dengan luas tanam rutin mencapai 30.000–35.000 hektare, produksi bawang merah Brebes berada pada kisaran 300.000–350.000 ton per tahun.

Pasar ekspor bawang merah Brebes juga mulai meluas. Selain Thailand, komoditas tersebut telah menembus pasar Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Namun, perluasan pasar ekspor tetap harus berjalan seimbang dengan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Pemerintah memastikan peningkatan produksi tidak berujung pada persoalan penyerapan ketika pasokan petani meningkat.

“Jangan sampai petani sudah produksi banyak, tetapi pasarnya tidak ada. Karena itu pemerintah hadir memastikan ada pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Untuk memperkuat pasar domestik, Menko Pangan juga mendorong penyerapan bawang merah produksi petani untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat permintaan domestik sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani bawang merah.

Di sisi produksi, pemerintah ke depan akan memperkuat sektor perbenihan dan meningkatkan produktivitas. Salah satu fokusnya adalah mengurangi ketergantungan pada bibit impor untuk menghasilkan bawang merah berkualitas ekspor.

Penguatan produksi, perluasan pasar, dan pembenahan tata kelola menjadi bagian penting dalam mendorong bawang merah Brebes naik kelas dari komoditas pemenuh kebutuhan domestik menjadi salah satu produk pertanian Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id