hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Buka RAT ke-42 Kopdit Obor Mas, Menkop Ferry Dorong Rambah Sektor Riil dan Dongkrak UMKM

Foto: PeluangNews

PeluangNews, SIKKA – Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-42 Tahun Buku 2025 Koperasi Kredit (Kopdit) KSP Obor Mas di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu, (30/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Menteri Koperasi juga secara simbolis menjadi anggota KSP Kopdit Obor Mas dan menerima buku anggota yang diserahkan langsung oleh General Manager KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering.

Dalam sambutannya Menkop Ferry menyampaikan apresiasi atas dedikasi jangka panjang koperasi yang bermarkas di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

“Hari ini saya secara resmi membuka RAT ke-42 Kopdit Obor Mas. Koperasi ini merupakan salah satu koperasi kredit di NTT yang luar biasa dengan kepemilikan aset mencapai **Rp1,5 triliun,” ujar Menkop.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono, meminta KSP Kopdit Obor Mas mulai memperluas aktivitas usahanya ke sektor riil dan produktif guna meningkatkan manfaat ekonomi bagi anggota serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Ferry, dengan aset yang kini telah mencapai sekitar Rp1,5 triliun dan rencana dukungan tambahan permodalan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Kopdit Obor Mas memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha di luar sektor simpan pinjam.

“Saya mengharapkan KSP Kopdit Obor Mas mulai masuk ke sektor riil dan sektor produktif. Tidak hanya perumahan, tetapi juga sektor-sektor lain yang dapat membantu pengembangan produk UMKM lokal di Sikka dan NTT, termasuk sektor pariwisata seperti yang telah dilakukan Koperasi TLM di Kupang,” ujar Ferry.

Ia menilai diversifikasi usaha tersebut akan meningkatkan nilai tambah koperasi sekaligus memperbesar manfaat ekonomi yang diterima anggota melalui peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU).

“Mudah-mudahan ke depan pembagian SHU semakin besar dan manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh anggota,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan Obor Mas terlihat dari pertumbuhan aset, jumlah anggota, peningkatan SHU, serta berbagai inovasi yang dilakukan untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan kepada anggota.

“KSP Kopdit Obor Mas bukan hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Sikka dan Provinsi NTT, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional,” ujarnya.

Menkop menambahkan bahwa pemerintah terus berkomitmen mendukung perkembangan Kopdit Obor Mas.

Dalam waktu dekat, melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), pemerintah akan mengucurkan dana bantuan yang diperkirakan mencapai Rp200 miliar, setelah melalui proses evaluasi dan pengajuan proposal.

“Rencananya ya, nanti masih kita evaluasi dan menunggu proposal. Proposal, itu ada sekitar 200 miliar yang akan diajukam Obor Mas,” jelasnya.

Terkait peran Kopdit Obor Mas sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), Menkop menekankan pentingnya aksesibilitas bagi masyarakat kecil.

Pemerintah menggandeng sejumlah mitra perbankan seperti Bank BNI dan Bank NTT untuk memastikan penyaluran kredit berjalan dengan suku bunga atau tingkat bagi hasil yang serendah-rendahnya.

Sesuai dengan amanat Presiden, Menkop menegaskan bahwa skema bunga rendah harus diprioritaskan bagi masyarakat di lapisan terbawah selaku penerima manfaat utama, bukan justru untuk perusahaan-perusahaan besar.

“Semakin ke bawah, rakyat harus bisa mendapatkan bunga atau tingkat bagi hasil yang lebih rendah. Kita ingin rakyat diberikan akses yang semudah-mudahnya,” tutup Menkop.

Dalam kesempatan yang sama, Ferry menyampaikan ucapan selamat kepada calon pengurus dan pengawas KSP Kopdit Obor Mas periode 2026–2029 yang akan dilantik.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga integritas, profesionalisme, transparansi, serta terus memperkuat tata kelola organisasi dan digitalisasi layanan bagi anggota.

Melihat perkembangan koperasi yang masif di wilayah tersebut, Menkop juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa kementeriannya tengah merencanakan pemberian penghargaan khusus bagi Provinsi NTT pada peringatan Hari Koperasi Nasional yang jatuh pada 12 Juli mendatang.

“Ini bukan pengabdian yang sebentar. Sejak berdiri pada tahun 1972, Obor Mas telah membuktikan diri selama 54 tahun menjadi badan usaha yang modern, tepercaya, dan anggotanya terus bertambah setiap tahun,” tegasnya.

Acara pembukaan RAT ini turut dihadiri oleh Dirut LPDB Krisdianto, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Kepala Dinas Koperasi Provinsi NTT Linus Lusi, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Sikka Valerianus Samador, Ketua KSP TLM Indonesia Zesly N. W. Pah, perwakilan perbankan, serta seluruh keluarga besar KSP Kopdit Obor Mas.

pasang iklan di sini
octa vaganza