hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Bahasa Indonesia Resmi Diajarkan di Universitas Al-Azhar Kairo

Indonesia-Mesir
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi | Foto: Prabowo Subianto

PeluangNews, Jakarta – Ada kabar membanggakan di balik pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Negara, Minggu (11/10/2026).

Bahasa Indonesia kini resmi diajarkan sebagai mata kuliah pilihan di Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Presiden Prabowo Subianto sendiri yang mengumumkan capaian budaya ini dengan nada bangga saat memberikan sambutan dalam jamuan makan siang kenegaraan untuk Presiden El-Sisi.

“Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia, bahasa persatuan kita, sekarang dipelajari oleh mahasiswa Al-Azhar. Ini adalah jembatan peradaban,” ujar Prabowo.

Bukan Sekadar Bahasa, Tapi Soft Power

Langkah Universitas Al-Azhar yang merupakan salah satu universitas Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia ini dinilai sangat strategis. Al-Azhar memiliki lebih dari 500 ribu mahasiswa dari 100 negara.

Dengan masuknya Bahasa Indonesia ke kurikulum, otomatis akan semakin banyak ulama dan cendekiawan Timur Tengah yang fasih berbahasa Indonesia.

Duta Besar Indonesia untuk Mesir, menurut data KBRI Kairo, menyebutkan saat ini ada lebih dari 15.200 mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Mesir, dan 90% di antaranya kuliah di Al-Azhar. Mereka tersebar dari jenjang S1 hingga S3.

Selama ini mahasiswa Indonesia di Mesir dikenal harus beradaptasi dengan Bahasa Arab. Kini dengan adanya kelas Bahasa Indonesia di Al-Azhar, terjadi pertukaran budaya dua arah.

Mahasiswa Mesir dan internasional di Al-Azhar yang tertarik dengan kajian Islam Nusantara, kini bisa belajar langsung Bahasa Indonesia.

Sejarah Panjang Indonesia-Al Azhar

Hubungan Indonesia dengan Al-Azhar bukan baru. Sejak tahun 1920-an, ulama-ulama besar Indonesia seperti Buya Hamka, Prof. Quraish Shihab, hingga Gus Dur pernah menimba ilmu di Al-Azhar. Al-Azhar juga menjadi rujukan utama fatwa moderat bagi ormas Islam di Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah.

Presiden El-Sisi dalam sambutannya membalas apresiasi tersebut. Ia menyebut Indonesia sebagai “saudara besar” bagi Mesir dan berjanji akan terus menambah kuota beasiswa untuk mahasiswa Indonesia.

“Kami mencintai Indonesia. Ribuan mahasiswa Indonesia di Kairo adalah duta-duta yang baik. Kami akan dukung terus pengajaran Bahasa Indonesia,” kata El-Sisi melalui penerjemah.

Dengan disepakatinya Plan of Action Kemitraan Strategis 2026-2029 tadi pagi, kerja sama pendidikan termasuk pertukaran dosen dan kurikulum Bahasa Indonesia ini akan diperkuat dengan pendanaan bersama dari kedua pemerintah.

Ini menjadi bukti bahwa hubungan Indonesia-Mesir tidak hanya soal politik dan ekonomi, tapi sudah masuk ke ranah pertukaran peradaban dan budaya.

Masuknya Bahasa Indonesia ke Universitas Al-Azhar Kairo menambah daftar panjang internasionalisasi bahasa nasional.

Sebelumnya, Bahasa Indonesia telah diajarkan di puluhan universitas ternama dunia. Di Australia bahkan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar, sementara di Asia, universitas seperti Tokyo University of Foreign Studies dan Hankuk University of Foreign Studies di Korea Selatan memiliki program studi Bahasa Indonesia yang sangat kompetitif.

Capaian ini tak lepas dari pengakuan UNESCO pada November 2023 yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO, menjadikannya bahasa ke-10 yang diakui, sejajar dengan 6 bahasa PBB.

Berikut daftar negara yang mengajarkan Bahasa Indonesia;

– Australia: Paling masif. Jadi mata pelajaran wajib di SD di sebagian besar negara bagian, dan ada 12 kampus yang ngajarin bahasa Indonesia

– Turki: Masuk kurikulum Asian Studies

– Eropa: Belanda (Leiden University – koleksi manuskrip Indonesia terbesar dunia), Inggris (SOAS University of London), Jerman (Humboldt University Berlin), Prancis (INALCO Paris), Polandia (University of Warsaw), Ukraina (Taras Shevchenko Kyiv sejak 2012)

– Asia: Jepang (Tokyo University of Foreign Studies, cuma terima 18 mahasiswa/tahun saking ketatnya), Korea Selatan (Hankuk University of Foreign Studies), Vietnam (di Ho Chi Minh, Bahasa Indonesia pernah jadi bahasa kedua kota), Maroko (Universitas Mohammed V)

– Amerika: Harvard University (Dept. South Asian Studies), University of Hawaii at Manoa, Northern Illinois University

– Yang unik: Suriname, karena 14% penduduknya suku Jawa. []

pasang iklan di sini
lpdb.go.id