Melalui Indonesia Sharia Forum Olympiad 2026, diharapkan generasi muda selain memahami konsep keuangan halal, juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan dan kegiatan ekonomi berbasis bagi hasil.

Regulator jasa keuangan menjadikan generasi muda atau yang sering disebut Gen Z sebagai penggerak ekonomi syariah di Tanah Air. Ini cukup beralasan karena dari sisi demografi, kelompok ini kini menjadi yang terbesar.
Data Kementerian Dalam Negeri menyebut, per Juni 2026, populasi Gen Z (usia 14-29 tahun) mencapai 75,37 juta atau 25,98% dari total penduduk Indonesia sebanyak 290 jutaan jiwa. Oleh karenanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memberikan edukasi mengenai ekonomi syariah, salah satunya melalui penyelenggaraan Indonesia Sharia Forum Olympiad (ISFO) 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, ISFO dirancang agar generasi muda tidak hanya memahami konsep keuangan syariah, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan dan kegiatan ekonomi.
“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky dalam Puncak Indonesia Sharia Olympiad 2026 bertema “Learn, Innovate, Elevate” di Aula Kemendikdasmen, Jakarta, 24 September 2026.
Antusiasme generasi muda terhadap kegiatan tersebut terlihat dari jumlah peserta ISFO 2026 yang mencapai 11.952 orang yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Jumlah peserta meningkat sekitar 12% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah tim tumbuh sekitar 15%.
Menurut Dicky, capaian tersebut bukan sekadar angka partisipasi, tetapi menunjukkan minat generasi muda untuk mempelajari keuangan syariah sekaligus mengembangkan kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan ekonomi.
Ia menekankan, nilai utama dari kompetisi tersebut tidak semata-mata terletak pada siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, proses pembelajaran diharapkan membentuk generasi muda yang CAKAP, BIJAK, PRODUKTIF, dan TERLINDUNGI.
CAKAP berarti memahami keuangan, sementara BIJAK berarti mampu memilih produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan serta kemampuan. PRODUKTIF ditunjukkan melalui kemampuan menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara TERLINDUNGI berarti memahami hak dan risiko, melakukan transaksi secara aman, menjaga data pribadi, serta mengenali berbagai bentuk penipuan di ekosistem keuangan digital. (Rth).





