hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Wisata  

Menghormati Kota Kelahiran CJ Speelman

Sebermula dibangun tahun 1545 oleh Raja Goa ke-9. VOC Belanda mengambil alihnya tahun 1667, dan dinamai “Fort Rotterdam”. Di Makassar nama resminya adalah Benteng Rotterdam. Sekarang berfungsi sebagai museum, pusat budaya, dan tempat wisata sejarah. Benteng berbentuk Segi 5 menyerupai penyu raksasa menghadap ke laut; makanya dijuluki “Benteng Penyu”. Benteng kini dikelola Museum La Galigo & Cagar Budaya Kemendikbud, setelah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional tahun 2010.

Benteng ini memiliki 5 Bastion utama (Bastion Bone, Barat; Bastion Buton, Barat Laut; Bastion Bacan; Barat Daya; Bastion Mandassar; Timur Laut; Bastion Amboina; Tenggara). Dikelilingi: tembok setinggi 7 meter. Dahulu ada parit sedalam 2 meter. Di dalam benteng terdapat museum La Galigo, masjid, rumah Belanda, dan penjara tempat Pangeran Diponegoro dulu. Tembok batunya masih sangat kokoh. Kini di dalamnya  ada Museum La Galigo, tempat pentas seni, cafe, dan spot foto hits.

Kalau mau keliling di dalam, rutenya biasanya gini: Pintu Gerbang Utama → langsung ketemu lapangan luas; Museum La Galigo → isinya artefak Kerajaan Gowa, keris, dan sejarah Sulawesi Selatan; Bastion-Bastion → bisa naik ke atas tembok buat lihat laut; Masjid Tua & Rumah Belanda → bangunan peninggalan VOC; Penjara Pangeran Diponegoro → tempat beliau diasingkan (1833-1855) hingga wafat.

Dinamai “Fort Rotterdam” untuk menghormati kota kelahiran Cornelis Janzoon Speelman, laksamana VOC yang menaklukkan Kerajaan Gowa.  Speelman (2 Maret 1628 – 11 Januari 1684) adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda 1680 – 1684, yang memulai jabatannya  pada 25 November 1681, menggantikan Rijkloff van Goens.

Speelman adalah putra seorang pedagang dari Rotterdam. Pada usia 16 tahun, ia pergi ke timur (Hindia Belanda) menaiki kapal Hillegersberg menjadi Assistent (pegawai) di Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC). Ia menikahi Petronella Maria Wonderaer yang saat itu berumur 15 tahun. Petronella adalah putri dari Ontvanger-Generaal (Jenderal-Penerima) di Hindia Belanda.

Pada tahun 1666, ia dikirim ke Makassar sebagai laksamana pemimpin armada perang untuk menumpas pemberontakan. Pada 18 November 1667, ia menandatangani Perjanjian Bongaya. Pada tahun yang sama, ia juga dijadikan sebagai Komisioner (commissaris) di Amboina, Banda and Ternate. Karena jabatannya itu, Speelman secara otomatis menjadi Konsul luar biasa (raad extra-ordinaris) Dewan Hindia Belanda. Pada tahun 1669, ia ke Makassar lagi untuk membersihkan sisa pemberontakan. Untuk itu, ia dihadiahi piagam penghargaan.●

pasang iklan di sini
lpdb.go.id