hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Wisata  

Fort Rotterdam, Estetika Baik tapi Fasilitas Kurang

Dibangun abad ke-16, Fort Rotterdam telah melewati tiga era besar. Sedikitnya empat kali renovasi akbar. Kini pengunjung hadir ke sana untuk berwisata, berinteraksi dengan batu-batu yang membisu.

 

Sekitar 25–35 menit berkendara dari Bandara Sultan Hasanuddin, Anda sampai di pusat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Itu berarti Anda sudah pula sampai di Fort Rotterdam. Lokasinya kini di tengah kota. Beda jauh dengan awal benteng itu dibangun medio abad ke-16. Tepatnya di Jalan Ujung Pandang No.1. Sangat dekat dengan Pantai Losari yang masyhur itu.

Luas arealnya 1,6 hektare. Di dalamnya terdapat museum, masjid tua, rumah adat, dan bekas penjara. Di masa penjajahan puak Eropa, benteng jadi pusat perdagangan rempah. Semua cengkih, dan pala dari Maluku, dikumpul di sini terlebih dahulu sebelum dikirim ke Eropa.

Benteng ini merangkum 3 era besar. Pertama, Era Kerajaan Gowa – “Benteng Makassar” 1545. Dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Fungsinya untuk pertahanan kerajaan dan pelabuhan niaga. Bentuknya masih sederhana, terbuat dari tanah liat dan batu karang. Namanya Benteng Panyyua/Benteng Makassar.

Kedua, Era VOC Belanda – “Fort Rotterdam” 1667. Ini titik baliknya. Kerajaan Gowa kalah dari VOC di tahun tersebut. Setelah Perjanjian Bungaya, benteng diserahkan ke Belanda, yang lantas melakukan renovasi total 1673-1679. Bangunan kini menggunakan batu, bentuknya segi 5 seperti penyu. Fungsi utamanya: pusat pemerintahan VOC di Indonesia Timur, gudang rempah, penjara, dan markas militer. Karenaanya disebut “gerbang VOC ke Timur”.

Ketiga, Era Jepang & Indonesia 1942 – Sekarang. 1942-1945: Diduduki Jepang, dipakai sebagai markas militer; 1945-1950: Dipakai NICA/Belanda saat Agresi Militer; 1970-an: Direstorasi besar-besaran oleh pemerintah RI; Sekarang: Jadi Museum La Galigo, pusat kebudayaan.

Sejak dibangun, Benteng Rotterdam sudah mengalami beberapa kali renovasi besar. Di Era Kerajaan Gowa. Tahun 1634: Raja Gowa XIV, Sultan Alauddin, merenovasi besar-besaran. Bahan dari tanah liat diganti jadi batu padas dari Maros. Gaya arsitektur juga mengadopsi model Portugis. Tahun 1939: Ada penambahan dinding kedua.

Renovasi Total Era VOC Belanda 1673-1679. Ini yang paling signifikan. Setelah diserahkan ke Belanda lewat Perjanjian Bungaya 1667, VOC membongkar total benteng lama dan membangun ulang. Dibangun jadi bentuk penyu dengan 5 bastion, 1 ravelin, tembok 7 meter, parit 2 meter. Batu dari Maros, kapur dari Selayar, kayu dari Tanete dan Bantaeng. Sejak itu bentuknya bertahan sampai sekarang dan dijuluki “Benteng Penyu”

Renovasi Era Kolonial Lanjutan. Tahun 1927: Gereja di dalam benteng direstorasi. Ada beberapa kali penambahan dan perbaikan bangunan tempat tinggal di dalam benteng juga. Restorasi Besar Era RI 1970-an. Sejak 1937, benteng sempat terbengkalai. Tahun 1970-an dipugar secara besar-besaran. Tanggal 27 April 1977 diresmikan Kantor Suaka Peninggalan Sejarah Makassar di dalamnya.

Bicara soal kunjungan, statistik pengnjung Benteng Rotterdam terutama memang wisatawan nusantara/wislok. Pada 2025 diproyeksikan total 6,18 juta kunjungan, naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya. Tahun 2024, rata-rata menginap 1,63 malam, dengan pengeluaran Rp1,5 – 2 juta per kunjungan.

Untuk Kota Makassar, pengeluaran turis asing tercatat Rp4 s.d. Rp6 juta per kunjungan, bahkan ada data rata-rata Rp17 juta/orang. Total devisa dari wisman 2024: sekitar Rp1,6 triliun. Khusus pengunjung Benteng Rotterdam, penelitian tahun 2019 mencatat total pengunjung Benteng Rotterdam sebanyak 2.350 orang.

Begitulah, wislok jauh lebih dominan dibanding wisman untuk Makassar. Rasionya bisa 60:1. Mayoritas pengunjung wislok itu dari Jawa, Kalimantan, dan Sulsel sendiri. Wisman kebanyakan dari Malaysia, Australia, Singapura yang datang sekalian ke Makassar. Tahun 2025 wisman turun sementara karena isu keamanan dan travel warning pada Agustus 2025, dan itu bikin hotel merugi Rp7 miliar.

Persepsi wisatawan: Estetika dan performance benteng dinilai baik, tapi fasilitas/feature masih dinilai kurang.●(Zian)

pasang iklan di sini
lpdb.go.id