
PeluangNews, Bogor — Upaya EIGER Nature dalam melakukan restorasi alam dan konservasi mendapat apresiasi dari WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global. Apresiasi tersebut disampaikan dalam kunjungan 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring global ke EIGER Nature, Bogor, dalam rangkaian pertemuan Friends of Indonesia.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi EIGER Nature untuk memperkenalkan perjalanan dan pendekatannya dalam mengembangkan inisiatif berbasis alam yang mengintegrasikan restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Melalui guided site tour, para peserta melihat langsung kawasan EIGER Nature sekaligus memahami proses pengembangannya. Rangkaian kunjungan mencakup perjalanan restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 hingga upaya konservasi di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Bagi EIGER Nature, kunjungan tersebut memiliki arti khusus karena berlangsung menjelang pembukaan kawasan untuk publik. Saat ini, berbagai fasilitas dan pengalaman pengunjung tengah memasuki tahap akhir penyempurnaan.
Kunjungan WWF juga menjadi ruang bagi EIGER Nature untuk berdialog, bertukar perspektif, sekaligus mendapatkan masukan bagi pengembangan kawasan ke depan.
“Kami melihat EIGER Nature sebagai sebuah perjalanan yang baru saja dimulai. Karena itu, di fase awal ini kami ingin membuka diri untuk belajar, mendengar, dan bertumbuh bersama. Kami percaya bahwa menghadirkan inisiatif yang benar-benar memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan perspektif dari banyak pihak,” ujar Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya dalam keterangan persnya, yang dikutip pada Rabu (23/9/2026).
Baca Juga:EIGER Nature, Wajah Baru Wisata Alam Bogor yang Bawa Misi Ekowisata
EIGER Nature dikembangkan sebagai bagian dari perjalanan panjang EIGER yang selama hampir empat dekade tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan petualangan. Melalui EIGER Nature, semangat tersebut diterjemahkan ke dalam ruang yang mempertemukan pengalaman bermakna dengan upaya memberikan kontribusi positif bagi alam, budaya, dan masyarakat.
Dalam pengembangannya, EIGER Nature juga berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) untuk mendukung konservasi, edukasi lingkungan, dan pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.
Bagi WWF-Indonesia, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pendekatan yang tengah dikembangkan EIGER Nature dalam mengintegrasikan restorasi dan konservasi dengan manfaat bagi masyarakat.
“Hal menarik dari EIGER Nature adalah bagaimana sektor swasta bisa berusaha sambil ikut mengambil peran dalam menjaga alam, sambil tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Model seperti ini yang dibangun bersama pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi memiliki potensi yang sangat besar, termasuk juga untuk mendukung pembiayaan konservasi, khususnya di kawasan taman nasional,” ujar CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda.
Menurut Aditya, pendekatan tersebut juga sejalan dengan upaya yang tengah dilakukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Spesies Ikonik untuk mencari sumber pembiayaan baru dan berkelanjutan bagi kawasan konservasi Indonesia.
Pertukaran perspektif dalam kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih luas antara EIGER Nature, WWF-Indonesia, dan jejaring WWF Global, khususnya dalam bidang konservasi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin EIGER Nature menjadi tempat di mana setiap orang yang berkunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang dengan membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru tentang alam. Karena bagi kami, petualangan yang bermakna adalah petualangan yang meninggalkan sesuatu yang baik, bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi alam dan masyarakat di sekitarnya,” kata Imanuel.
Dengan pendekatan tersebut, EIGER Nature diarahkan tidak sekadar menjadi destinasi wisata berbasis alam, tetapi juga ruang untuk mempertemukan pengalaman, edukasi, konservasi, dan keterlibatan masyarakat dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. (RO)








