hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kementerian UMKM Bidik 500 UMKM Sumut Naik Kelas Lewat Bursa Wirausaha

Kementerian UMKM Bidik 500 UMKM Sumut Naik Kelas Lewat Bursa Wirausaha
Kementerian UMKM Bidik 500 UMKM Sumut Naik Kelas Lewat Bursa Wirausaha/dok.humas

PeluangNews, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan di Sumatera Utara melalui Bursa Wirausaha Unggulan. Program ini menjadi jembatan bagi pelaku usaha hasil inkubasi untuk mengakses pembiayaan, pasar, teknologi, perizinan, sertifikasi, hingga kemitraan usaha.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan Bursa Wirausaha Unggulan bukan sekadar seminar maupun pameran produk. Program tersebut dirancang sebagai bagian dari proses berkelanjutan untuk memastikan wirausaha yang telah mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan inkubasi mampu mengembangkan usahanya secara produktif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, pelaku usaha yang telah menjalani proses inkubasi dipertemukan dengan calon pembeli, lembaga pembiayaan, mitra usaha, penyedia teknologi, hingga jaringan pemasaran dan logistik.

“Kita mencoba menjadikan lembaga-lembaga inkubasi ini untuk menyiapkan sekitar 500 UMKM agar mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan secara komprehensif, mulai dari perizinan, legalisasi, teknologi, peningkatan produksi, pelatihan, hingga akses pemasaran,” kata Maman dalam Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Sumatera Utara di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026).

Kementerian UMKM Perkuat Lembaga Inkubasi

Maman mengatakan Kementerian UMKM juga mengoptimalkan keberadaan lembaga inkubasi, baik di dalam maupun di luar kampus, untuk memperluas jangkauan pendampingan terhadap sekitar 57 juta UMKM di Indonesia.

Di Sumatera Utara, terdapat 17 lembaga inkubator yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari penguatan ekosistem kewirausahaan daerah.

Penguatan ekosistem tersebut dilakukan melalui tiga tahapan yang saling terhubung.

Tahap pertama adalah memperkuat fondasi usaha melalui inkubasi, pendampingan, dan PRO-KESRA Produktif. Tahap kedua membuka akses pertumbuhan melalui Bursa Wirausaha Unggulan. Sementara itu, keberlanjutan pendampingan setelah masa inkubasi diperkuat melalui SAPA UMKM.

Baca Juga:Rasio Kredit UMKM di Perbankan Sumut Lampaui Target Pemerintah

“PRO-KESRA Produktif kita siapkan untuk menyeragamkan kurikulum dan kebijakan, termasuk pembiayaan serta pembinaan dan pelatihan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar lebih terukur dan tepat sasaran,” ujar Maman.

Program tersebut, lanjut dia, juga diarahkan untuk mendukung target pemerintah dalam menciptakan sekitar 10 juta wirausaha dan pekerja.

Dorong UMKM Dapat Pembiayaan dan Pasar

Pada tahap berikutnya, Bursa Wirausaha Unggulan menghadirkan business matching. Melalui skema ini, wirausaha yang telah siap dapat bertemu langsung dengan calon mitra sekaligus membuka akses terhadap pembiayaan dan pasar.

Maman menegaskan keberhasilan program kewirausahaan tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau banyaknya produk yang dipamerkan.

Menurut dia, ukuran yang lebih penting adalah tindak lanjut konkret yang dihasilkan, mulai dari pembiayaan, transaksi, kemitraan, pembukaan pasar baru, hingga peningkatan skala usaha.

“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada penandatanganan, rapat, dan logo bersama. Kolaborasi harus membuka akses, melahirkan transaksi, memperluas pasar, menghadirkan pembiayaan, dan menciptakan lapangan kerja,” tegas Maman.

KUR Sumut Capai Rp11 Triliun

Dalam kesempatan tersebut, Maman juga mengungkap perkembangan akses pembiayaan bagi UMKM di Sumatera Utara.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di provinsi tersebut telah mencapai sekitar Rp11 triliun kepada sekitar 168 ribu debitur. Dari total penyaluran tersebut, sekitar Rp7,56 triliun mengalir ke sektor produksi.

Khusus melalui Bank Sumut, penyaluran KUR telah mencapai sekitar Rp954 miliar atau mendekati Rp1 triliun.

Melihat capaian tersebut, Kementerian UMKM akan mengupayakan peningkatan kuota KUR Bank Sumut hingga sekitar Rp2 triliun. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Sumatera Utara.

Baca Juga:Kementerian ESDM Apresiasi Pemprov Sumut Dorong Konversi Kendaraan Listrik lebih Masif

Maman mengatakan penguatan kewirausahaan nasional juga memiliki landasan melalui Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.

Target rasio kewirausahaan sebesar 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045 membutuhkan ekosistem kewirausahaan yang sehat, kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, inkubator, serta masyarakat menjadi faktor penting untuk menciptakan lebih banyak wirausaha produktif.

99,55 Persen UMKM Sumut Masih Mikro

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan daerahnya memiliki sekitar 1,4 juta UMKM dengan rasio kewirausahaan sebesar 4,1 persen. Sektor tersebut menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja.

Namun, tantangan besar masih terlihat dari struktur usaha. Sebanyak 99,55 persen UMKM di Sumatera Utara masih berada dalam kategori usaha mikro.

Menurut Bobby, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk menghadirkan program pemberdayaan yang lebih terarah. Tujuannya agar semakin banyak usaha mikro dapat naik kelas menjadi usaha kecil, kemudian berkembang menjadi usaha menengah.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung program pemerintah pusat agar UMKM terus bertumbuh, dari mikro menjadi kecil dan dari kecil menjadi menengah,” ujar Bobby.

Bobby juga menilai penguatan pembukuan, penyusunan studi kelayakan, dan peningkatan kesiapan bisnis menjadi aspek penting agar UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan maupun investasi.

“Kita ingin program ini menghasilkan aksi nyata dan membawa UMKM naik kelas,” katanya.

USU Siap Dukung Pengembangan UMKM

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin mengapresiasi dukungan Kementerian UMKM dalam memperkuat kapasitas dan akses pelaku usaha melalui Bursa Wirausaha Unggulan.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan mitra dan dukungan yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha.

“Alhamdulillah, melalui ajang ini banyak UMKM bisa mendapatkan mitra. Support dari Pak Menteri luar biasa. Semoga ke depan semakin kuat. Komitmen USU untuk UMKM tidak perlu diragukan lagi, kami siap mendukung,” ujar Muryanto Amin.

Maman berharap perguruan tinggi terus berperan sebagai simpul kolaborasi yang mempertemukan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, pembiayaan, dan dunia usaha.

Menurut dia, kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyiapkan pencari kerja, tetapi juga harus menjadi ruang untuk melahirkan generasi pencipta lapangan kerja.

Dengan penguatan inkubasi, akses pembiayaan, business matching, serta pendampingan pascainkubasi, Bursa Wirausaha Unggulan diharapkan mampu mendorong lebih banyak UMKM Sumatera Utara naik kelas dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah maupun nasional. (RO/Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza