
PeluangNews, Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ruang informasi publik dari penyebaran hoaks, disinformasi, fitnah, maupun ujaran kebencian yang berpotensi memicu keresahan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan situasi yang kondusif sehingga aktivitas masyarakat dan pelaksanaan program pembangunan nasional dapat berlangsung tanpa gangguan.
Komitmen itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, dalam konferensi pers bersama Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurut Djamari, pemerintah tidak akan membiarkan penyebaran informasi yang terbukti mengganggu kepentingan masyarakat luas terus berlangsung. Aparat penegak hukum akan mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan tetap mengedepankan prinsip penegakan hukum yang terukur.
“Begitu dia mengganggu kepentingan masyarakat luas, kita lakukan tindakan-tindakan yang sangat-sangat terukur. Tidak bisa berlanjut begitu terus,” tegas Djamari.
Ia menegaskan bahwa ketenangan masyarakat merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Karena itu, seluruh pihak diharapkan tidak menyebarkan informasi yang dapat memicu keresahan maupun perpecahan di tengah masyarakat.
“Bangsa ini membutuhkan ketenangan. Negeri ini membutuhkan ketenangan agar masyarakat dapat menjalani kehidupan mereka masing-masing dan bersama-sama membangun bangsa,” ujarnya.
Djamari menjelaskan, stabilitas politik dan keamanan menjadi modal utama bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang manfaatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, ruang publik, termasuk ruang digital, perlu dijaga bersama agar tidak dipenuhi informasi yang menyesatkan.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat menjaga suasana yang damai, aman, dan penuh persatuan sehingga peringatan hari kemerdekaan dapat berlangsung dengan khidmat sekaligus membawa semangat kebangsaan.
“Mari kita hentikan hal-hal yang menimbulkan keresahan. Kita rayakan Hari Kemerdekaan dengan tenang, berbahagia, dan bergembira tanpa dibebani informasi yang menyesatkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Djamari juga mengapresiasi peran insan pers dan media massa sebagai mitra strategis dalam menyediakan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Menurutnya, media memiliki posisi penting dalam menjaga kepercayaan publik, memperkuat optimisme nasional, serta mendukung ketahanan bangsa di tengah berbagai dinamika global dan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
“Saya berharap rekan-rekan pers dan media dapat menyampaikan informasi ini secara tepat kepada masyarakat. Menjaga stabilitas dan ketenangan bangsa merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Pemerintah berharap sinergi antara aparat negara, media massa, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat untuk menjaga persatuan, keamanan, dan stabilitas nasional. Dengan kondisi yang aman dan kondusif, berbagai agenda pembangunan diharapkan dapat berjalan optimal menuju Indonesia yang lebih maju, makmur, dan sejahtera.







