Pada tahun ini, Kopdit Pintu Air membidik 600 ribu anggota. Perluasan jaringan kantor layanan dan edukasi keuangan merupakan strategi untuk mencapai target tersebut.

Koperasi sejatinya merupakan kumpulan orang daripada akumulasi modal. Oleh karenanya, jumlah dan partisipasi anggota sangat menentukan keberlanjutan usaha sokoguru ekonomi tersebut. Pengurus KSP Kopdit Pintu Air memahami hal ini dengan terus berupaya mengajak mayarakat untuk bergabung menjadi anggota.
Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi produk dan layanan Kopdit Pintu Air di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Kegiatan itu dilaksanakan di 6 titik, yakni Desa Tambudan, Tunggal Bumi, Sumber Agung, Sumber Mulia, Dumaring, dan Kayu Indah. Kegiatan itu dihadiri tim Kantor Pusat Kopdit Pintu Air yakni Vinsensius Deo dan Abdul Rahman Na’u.
Vinsensius mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan terus bekerja keras serta mengelola keuangan dengan bijak agar hidup lebih sejahtera. ”Hanya melalui kebersamaan kita berdoa dan bekerja agar dapat mencapai sukses. Dengan cara ini kita dapat memerangi rentenir yang bergentayangan di mana-mana termasuk pinjaman online ilegal,” ungkapnya.
Sementara itu, Abdul Rahman Na’u, memaparkan berbagai produk dan layanan unggulan Kopdit Pintu Air. Menurut dia, salah satu keunggulan Kopdit Pintu Air terletak pada beragam jenis simpanan yang menawarkan suku bunga kompetitif serta fasilitas perlindungan bagi anggota.
“Fasilitas perlindungan bagi anggota menjadi salah satu layanan yang paling diminati. Perlindungan tersebut mencakup bantuan bagi anggota yang menjalani perawatan inap di rumah sakit serta santunan kematian bagi anggota yang meninggal dunia,” ujar Abdul Rahman.
Pada kesempatan terpisah, Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengungkapkan perluasan jaringan kantor merupakan salah satu strategi utama untuk menjaring lebih banyak masyarakat menjadi anggota. Selain itu, Kopdit terbesar dari sisi anggota ini fokus pada edukasi keuangan.
“Koperasi turun langsung ke daerah-daerah untuk membantu masyarakat mengelola keuangan keluarga agar tidak terjebak utang, melalui edukasi literasi keuangan keluarga kepada masyarakat seperti di Kabupaten Berau,” jelas Jano.
Target besar telah dirancang dengan membidik satu juta anggota pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, Kopdit Pintu Air membidik 600 ribu anggota pada tahun ini dari yang sekarang sejumlah 506.000 anggota terdaftar.
Kehadiran Kopdit Pintu Air di Kabupaten Berau didukung oleh tokoh agama, Uskup Tanjung Selor, Monsinyur (Mgr.) Paulinus Yan Olla, MSF. Dalam keterangannya, beliau mengungkapkan rasa gembira dan apresiasinya atas kehadiran Koperasi Pintu Air di wilayah keuskupannya.
“Kami sangat bergembira karena melalui inisiatif ini, dan merasa banyak sekali situasi di Keuskupan Tanjung Selor bisa ditanggapi oleh program-program yang dijalankan oleh Pintu Air selama ini,” pungkas Pastor Paulinus.





