hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Potensi Ikan Melimpah, Kemenperin Ubah Barelang Jadi Sentra Industri Baru

Foto dok. Kemenperin – Peluangnews

PeluangNews, Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong hilirisasi hasil perikanan melalui pengembangan industri olahan ikan di kawasan transmigrasi. Langkah tersebut dilakukan dengan membekali calon pelaku usaha agar mampu mengolah komoditas perikanan menjadi produk bernilai tambah sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Wirausaha Baru Industri Pangan Olahan Ikan di Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, yang berlangsung pada 27–30 Juli 2026.

Program yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) ini merupakan bagian dari implementasi Program Sinergi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Kawasan Pesisir (SiTaskin Pesisir) di Kota Batam yang diluncurkan pada 7 Juli 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, serta sinergi antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Transmigrasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan wirausaha baru industri merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan pemberdayaan ekonomi yang terintegrasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas masyarakat, kami ingin melahirkan pelaku industri baru yang mampu mengolah potensi daerah menjadi produk bernilai tambah serta menciptakan lapangan kerja di wilayahnya,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/7).

Menurut Agus, potensi hasil perikanan di Barelang perlu dioptimalkan melalui pengembangan industri pengolahan agar tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.

Melalui bimtek tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai kewirausahaan, manajemen usaha, pembiayaan, pemasaran digital, hingga praktik teknis pengolahan ikan.

“Kami berharap para peserta tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga mengembangkannya menjadi unit bisnis yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan lokal sekaligus memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat,” jelas Agus.

Menperin menegaskan, pelaku industri kecil dan menengah memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan karena mampu menyerap tenaga kerja, memperluas kesempatan berusaha, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

“IKM memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pengentasan kemiskinan. Karena itu, penguatan kapasitas IKM menjadi langkah penting agar mampu tumbuh secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Penguatan industri di kawasan transmigrasi juga diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama antara Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian dan Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (PEMT) Kementerian Transmigrasi yang ditandatangani pada April 2026. Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi penumbuhan wirausaha baru industri, penerapan teknologi untuk hilirisasi produk unggulan, revitalisasi mesin dan peralatan IKM, pembinaan pemenuhan standar mutu, penguatan kelembagaan sentra IKM, hingga promosi dan pemasaran produk unggulan daerah.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan, penyusunan program bersama didasarkan pada optimalisasi sumber daya, sinkronisasi data dan informasi, serta penetapan kawasan prioritas.

“Rencana kerja ini merupakan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem industri nasional yang inklusif, produktif, dan berdaya saing melalui pengembangan kawasan transmigrasi,” ujar Reni.

Bimtek di Barelang diikuti 25 calon wirausaha baru yang mayoritas berasal dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan desil 1–4. Selain memperoleh materi mengenai perizinan usaha, pembukuan, akses pembiayaan, dan pemasaran digital, peserta juga mengikuti praktik produksi pangan olahan ikan serta kunjungan lapangan ke IKM Azzuri di Kota Batam.

Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi berharap kegiatan tersebut mampu mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang memanfaatkan potensi perikanan lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.

“Kami berharap para peserta semakin termotivasi untuk membangun usaha berbasis potensi perikanan lokal sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi,” ujar Yedi.

Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Muhammad Qufal Umaternate menyatakan Kawasan Transmigrasi Barelang menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan ekonomi. Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Chitra Widya, berharap pengembangan industri olahan ikan mampu menjadi katalis transformasi ekonomi masyarakat hinterland Batam melalui pemanfaatan potensi perikanan yang melimpah.

pasang iklan di sini
octa vaganza