hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Perkuat Ekosistem Bisnis Sektor Riil

Selain piawai mengelola usaha simpan pinjam, KMM juga lihai dalam investasi melalui penyertaan kepemilikan saham pada entitas yang bergerak di bidang produktif.

Sejalan dengan peningkatan usaha simpan pinjam, KSP Makmur Mandiri terus berupaya memacu produktvitas anak-anak usahanya yang bergerak di sektor riil. Ini dilakukan sebagai upaya pengelolaan risiko sekaligus mendiversifikasi sumber pendapatan. Penyertaan kepemilikan saham pada anak usaha dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Tumbur Naibaho, Ketua Pengurus KSP Makmur Mandiri (KMM) mengungkapkan, lima anak usahanya bergerak di bidang usaha yang berbeda namun saling melengkapi. “Kami mendorong peningkatan kinerja anak usaha agar berkontribusi pada pendapatan koperasi,” ungkap Tumbur.

Seperti diketahui, KMM melakukan penyertaan kepemilikan saham pada PT Karunia Puteri Sejati yang bergerak di bisnis SPBU. Jumlah penyertaan saham di perusahaan yang berpusat di Kabupaten Samosir ini mencapai 90%. Pada 2025, asetnya mencapai Rp27,07 miliar dengan menghasilkan laba sebesar Rp711,63 juta.

Keberadaaan perusahaan itu sangat membantu warga setempat dalam memperoleh bahan bakar untuk mendukung mobilitas dan pekerjaan. KMM melakukan penyertaan saham di perusahaan ini sejak 1 Juli 2020.

Selain itu, KMM juga menanam saham sebesar 90% sejak 1 November 2020 pada PT Dipa Citra Narpati di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Perusahaan ini juga bergerak di bisnis SPBU dengan capaian aset sebesar Rp20,96 miliar per 31 Desember 2025 serta membukukan laba senilai Rp351,80 juta.

KMM juga memiliki bisnis pertanian dan peternakan atau perikanan melalui anak usahanya, yakni PT Tao Toba Makmur Mandiri. Jumlah saham koperasi besar berprestasi tersebut di perusahaan yang berpusat di Kabupaten Samosir Sumatera Utara ini mencapai 80%.

Selain merambah usaha SPBU dan agribisnis, KMM juga mengelola bisnis properti dan real estate melalui PT Tunas Makmur Mandiri. Di perusahaan dengan aset mencapai Rp100 miliar ini, penyertaan saham yang dilakukan sejak Desember 2021 dan mencapai 95%. Perusahaan ini fokus dalam pengadaan kantor untuk disewakan menjadi kantor KMM yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Terakhir, KMM melakukan penyertaaan saham pada PT Mobilindo Makmur Mandiri yang berpusat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Di perusahaan yang bergerak di penyewaan kendaraan ini, saham KMM mencapai 60%. Perusahaan ini menyediakan kendaraan operasional kantor cabang KMM.

Tumbur menambahkan, pihaknya tengah menggodok rencana divestasi saham di anak perusahaan tersebut. Penjualan saham nantinya ditujukan kepada anggota sehingga diharapkan sense of belonging terhadap koperasi dapat meningkat. “Dengan menjual saham anak perusahaan kepada anggota, likuiditas koperasi terjaga dan kesejahteraan anggota pun semakin meningkat,” pungkasnya. (Dje)

pasang iklan di sini
octa vaganza