
PeluangNews, Jakarta – Pemerintah kembali menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya beli masyarakat pada kuartal II 2026. Paket kebijakan tersebut mencakup insentif perpajakan, diskon transportasi publik dan penerbangan, hingga program peningkatan kualitas tenaga kerja melalui magang dan vokasi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu kebijakan yang diputuskan pemerintah adalah pemberian insentif Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 1,5 persen bagi profesi penulis.
“Kita sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak untuk penulis. Diberikan PPh final sebesar 1,5 persen. Karena ini merupakan janji kampanye Bapak Presiden,” kata Airlangga dikutip di Jakarta, Selasa 26/5).
Selain insentif bagi penulis, pemerintah juga menyiapkan stimulus di sektor transportasi melalui program diskon tiket kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga tiket pesawat selama periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru).
Untuk diskon tiket kereta api, angkutan laut, dan penyeberangan pada masa libur sekolah, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp190,5 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.889 orang.
Sementara pada periode Nataru, anggaran yang disiapkan mencapai Rp161,4 miliar dengan target penerima manfaat sebanyak 2.874.381 orang.
Di sektor penerbangan, pemerintah kembali memberikan diskon tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 30 persen melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Selama periode libur sekolah, anggaran untuk program diskon tiket pesawat mencapai Rp472,7 miliar dengan target sekitar 2,3 juta penumpang. Sedangkan pada periode Nataru, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang.
Tak hanya fokus pada stimulus konsumsi, pemerintah juga melanjutkan program pengembangan sumber daya manusia melalui program magang nasional dan vokasi kerja.
Airlangga menyebut program magang nasional batch IV akan dimulai pada Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,14 triliun.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan program vokasi nasional yang menyasar 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp2,12 triliun.
“Ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di kuartal II,” ujar Airlangga.
Melalui rangkaian kebijakan tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus bergerak, konsumsi rumah tangga tetap terjaga, serta peluang kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja semakin terbuka di tengah tantangan ekonomi global.








