Kopdit Pintu Air menyalurkan bantuan berupa sembako dan barang lainnya yang dibutuhkan oleh warga terdampak.

Semangat solidaritas yang menjadi fondasi KSP Kopdit Pintu Air sejak didirikan tak pernah luntur oleh waktu. Terlebih saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semua organ bergerak dan bahu membahu meringankan beban warga terdampak.
Kopdit Pintu Air telah mendistribusikan bantuan sembako untuk para pengungsi baik yang berada di posko terpusat maupun posko mandiri yang tersebar di Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengatakan penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata dari moto, “kau susah aku bantu, aku susah kau bantu”. “Moto itu bukan sekadar retorika belaka, tetapi harus diwujudnyatakan dalam tindakan,” ungkap Jano.
Barang bantuan yang disalurkan berupa beras, mi instan, telur ayam, kopi, gula, minyak goreng, air mineral, perlengkapan mandi, pembalut, minyak kayu putih, dan vitamin C.
Sumber dana bantuan tersebut berasal dari dana solidaritas yang dikumpulkan secara rutin oleh manajemen dan sumbangan karyawan serta penggalangan donasi dari anggota di 71 kantor cabang Kopdit Pintu Air yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
“Mengingat seluruh kabupaten di Pulau Flores terdampak guncangan gempa, bantuan yang terkumpul sudah mulai disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak, sesuai kebutuhan dan kondisi di masing-masing wilayah,” ujar Jano.
Atas bantuan yang telah diterima dari Kopdit Pintu Air, warga di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, menyampaikan rasa terima kasih. “Kami ucapkan limpah terima kasih untuk KSP Kopdit Pintu Air yang sudah menyambangi posko pengungsian di Kecamatan Palue,” ujar salah seorang warga.
Kepedulian Kopdit Pintu Air terhadap korban bencana tersebut merupakan salah satu implementasi prinsip koperasi, gotong royong. Semangat solidaritas bukan hanya hiasan bibir belaka tetapi mewujud dalam aksi nyata. (Dje).





