hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Mendorong Koperasi Digital

Oleh: James M. Purba,

Tenaga Ahli Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi

Kementerian Koperasi 

 Kini mulai banyak koperasi yang memiliki aplikasi mobile koperasi (m-Koperasi) yang terhubung dengan perbankan dan e-commerce. Ini memudahkan anggota koperasi dapat bertransaksi persis seperti menggunakan mobile banking. Bahkan mulai ramai penerapan koperasi berbasis blockchain.

Pelaku koperasi menyadari disrupsi teknologi dan mulai berbenah dengan mendigitalkan layanan. Bukan karena ikut-ikutan supaya terlihat keren, tetapi agar dapat tumbuh berkelanjutan. Digital mindset ini penting dimiliki, terutama oleh ketua koperasi yang memberikan visi dan kesadaran kepada pengurus dan anggota bahwa transformasi teknologi penting.

Koperasi Digital, Bank dan Fintech

Jika kita amati perbandingan ketiga entitas bisnis di atas, seharusnya berbahagialah pengurus dan anggota koperasi. Lembaga sokoguru ekonomi ini memiliki kemudahan dibanding kedua entitas tersebut dalam beberapa hal seperti izin pendirian usaha maupun permodalan lebih fleksibel.

Keunggulan koperasi kini dilengkapi dengan hadirnya teknologi digital. Artinya kelas koperasi sudah sama dengan bank dan perusahaan teknologi finansial (Fintech): sama-sama digital. Selain kepemilikan, keunggulan koperasi secara sederhana digambarkan sebagai berikut:

  • Anggota koperasi umumnya memiliki rekening di bank. Namun jika tidak memiliki rekening di bank, tentu mudah membuka rekening (menjadi Anggota) di Koperasi.
  • Menabung di bank dikenakan biaya administrasi, dan pada akhir tahun uang bisa jadi berkurang (meski ada bunga). Di Koperasi “menyimpan” uang tidak berkurang bahkan pada akhir tahun memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU).

Jadi, yang membedakan ketiganya adalah regulasi, kepemilikan dan SHU. Sedangkan bisnis proses dan teknologi cenderung sama (digital). Dalam pengembangan bisnis, koperasi digital lebih kepada pemenuhan kebutuhan anggota.

Selain itu, seiring dengan pola sharing capacity (berbagi), biaya teknologi kini menjadi murah. Semakin banyak perusahaan penyedia aplikasi digital yang menawarkan pembiayaan pola sewa aplikasi sesuai dengan pemakaian. Artinya, koperasi hanya perlu mengeluarkan biaya operasional dan tidak pelu biaya investasi.

Mindset digital Penguruslah yang akhirnya menentukan, apakah koperasi mau berubah dan berkelanjutan usahanya, atau puas dengan yang ada saat ini. Jadi bukan lagi soal biaya implementasi teknologi, karena tersedia banyak solusi yang murah.

Berita baiknya, mulai banyak generasi muda (milenial) tertarik dengan koperasi berkat teknologi digital dan di sisi lain generasi tua diperkirakan akan tertinggal jika mindset-nya terhadap koperasi tidak berubah.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id