Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi koperasi yang dipimpin Dedi Bongga ini karena selain melayani simpan pinjam, juga melakukan pendampingan serta pemberdayaan usaha anggota petani.

Kementerian Koperasi mendorong agar koperasi simpan pinjam memerhatikan pemberdayaan ekonomi anggotanya, selain melayani aktivitas utama simpan pinjam. Ini penting agar koperasi dapat menjadi motor baru gerakan ekonomi kerakyatan.
“Koperasi harus mampu membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas usaha anggota, memperluas akses pasar, meningkatkan produktivitas, hingga menciptakan nilai tambah,” tegas Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat kunjungan kerja ke KSP Balo’ta di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, 30 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong, Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso Paundanaan, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan Aryanto, Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Kepala Dinas Koperasi Toraja Utara Amos Arman Patola, Kepala Dinas Perhubungan Tana Toraja Erick Kristal Rantealo, serta jajaran pengurus KSP Balo’ta.
Tujuan Menkop beserta rombongan ke KSP Balo’ta adalah untuk mendorong pengembangan usaha koperasi yang didirikan pada 1941 itu beserta KSP lainnya. “Kami mengapresiasi KSP Balo’ta yang tidak hanya menjalankan usaha simpan pinjam, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap anggota, termasuk para petani,” ujar Menkop.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong mengatakan koperasi merupakan soko guru sekaligus salah satu pilar penting perekonomian nasional. Pemkab Toraja Utara berkomitmen mendukung penguatan koperasi yang sudah ada maupun pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Saat ini terdapat sekitar 49 koperasi aktif di Toraja Utara setelah pemekaran wilayah. “Dari target 151 KDKMP, kami sebagai pemerintah daerah harus betul-betul mengawal. Koperasi adalah soko guru dan pilar utama perekonomian. Kita harus mendukung pemerintah dalam mengembangkan koperasi,” tegas Frederik.
Sementara itu, Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga mengaku bangga atas kunjungan Menkop tersebut. Dedi menyebut aset KSP Balo’ta meningkat hingga 609 persen sejak 2014. Per Juli 2026, total aset koperasi tersebut telah mencapai sekitar Rp1,9 triliun. Selain mengembangkan usaha koperasi, KSP Balo’ta juga dilibatkan pemerintah daerah dalam pembinaan sekitar 200 pengurus KDKMP di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara.
Dedi juga mengapresiasi dukungan Kementerian Koperasi melalui LPDB Koperasi yang selama ini memberikan dukungan pembiayaan dan fasilitas modal kerja kepada koperasi. “Kurang lebih 40 KDKMP yang ada
di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara bisa bersinergi dengan baik untuk mewujudkan program strategis nasional dan bisa menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” pungkas Dedi. (Dje)





