KKI RAT 48 2025

PeluangNews, Kabupaten Bogor – Di tengah tekanan ekonomi dan dinamika industri, Koperasi Karyawan Indocement (KKI) tetap menunjukkan kinerja positif sepanjang Tahun Buku 2025. Capaian ini disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-48 yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026, di Aula Housing 1 PT Indocement Tunggal Prakarsa, Kabupaten Bogor.
Ketua Pengurus KKI, H. Sumarno, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen pengurus dalam mengelola koperasi secara agile, profesional, dan adaptif di tengah ketidakpastian ekonomi.
RAT ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ruli Nurdiana Sari (Asisten Deputi Restrukturisasi dan Revitalisasi), Ketua Pengurus KKI H. Sumarno, Ketua Pengawas KKI Erfan Adianto, perwakilan manajemen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Yulius Hadi Wijaya, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana, Ketua Dekopinda Kabupaten Bogor Pepi Januar Pelita, Ketua Serikat Pekerja Indocement Hudson Pasaribu, Ketua Ikatan Manajemen Indocement Inge, serta ratusan anggota koperasi.
Kinerja Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Sumarno memaparkan bahwa sepanjang 2025 KKI mencatatkan kinerja yang relatif stabil dan positif. Sisa Hasil Usaha (SHU) meningkat 1,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pendapatan usaha tumbuh 2,39 persen.
Secara rinci, pendapatan KKI mencapai Rp221,2 miliar, naik dari Rp216,1 miliar pada 2024. Sementara itu, SHU setelah pajak tercatat sebesar Rp10,9 miliar, meningkat dari Rp10,7 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: RAT Kopsek BMI 2025 Tetapkan Arah Baru, Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Anggota
Di sisi lain, aset mengalami penurunan sebesar 7,89 persen, kewajiban turun 16 persen, dan modal menyusut 2,51 persen. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh banyaknya anggota yang memasuki masa pensiun.
Meski demikian, efisiensi operasional dan strategi ekspansi usaha mampu menjaga performa koperasi tetap positif.

Opini WTP Perkuat Kepercayaan
Dari sisi tata kelola, KKI meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari audit eksternal oleh KAP Kurniawan & Matheus. Capaian ini menjadi yang terbaik sejak koperasi menjalani audit independen, sekaligus memperkuat kepercayaan anggota terhadap pengelolaan koperasi.
Digitalisasi Dipercepat, Koprasys Resmi Diluncurkan
Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama KKI. Hingga akhir 2025, unit KKI Mart dan SPBU telah terdigitalisasi 100 persen, sementara unit TRENT dan simpan pinjam telah mencapai 88 persen.
Pada momentum RAT ke-48 ini, KKI juga resmi meluncurkan Koprasys, sebuah sistem layanan digital terintegrasi yang memudahkan anggota mengakses berbagai layanan koperasi.
“Digitalisasi adalah langkah strategis agar koperasi tetap relevan dan kompetitif di era saat ini,” ujar Sumarno.
Arah Baru: Ekspansi dan Integrasi
Ke depan, KKI akan terus mendorong ekspansi usaha melalui anak perusahaan dan diversifikasi bisnis guna menjaga profitabilitas. Selain itu, digitalisasi ditargetkan akan terintegrasi penuh di seluruh unit usaha pada 2026.
RAT juga menetapkan susunan pengurus dan pengawas untuk periode 2026–2028, serta merumuskan program kerja strategis sebagai pijakan pengembangan koperasi ke depan.
Optimisme di Tengah Ketidakpastian
Sumarno menegaskan bahwa RAT bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat kepercayaan anggota dan menentukan arah strategis koperasi.
“Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, koperasi harus tetap adaptif, inovatif, dan berani mengambil peluang. Kami optimistis KKI akan terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota,” pungkasnya. (Aji)
KKI RAT 48 2025








