
PeluangNews, Jakarta– Di tengah upaya memperkuat regenerasi gerakan koperasi di Indonesia, semakin banyak anak muda mulai memandang koperasi sebagai model bisnis modern yang mampu menggabungkan nilai ekonomi, kolaborasi, dan kebermanfaatan bagi anggotanya.
Perubahan cara pandang tersebut tercermin dari kunjungan studi tiru yang dilakukan pengurus Koperasi Konsumen Komunitas Kopi Masyarakat Indonesia (Komar) asal Makassar ke Koperasi BMI Group di Gading Serpong, Tangerang, Rabu (5/8/2026).
Suasana yang berbeda pun terasa di Aula Yasriel Muttaqien, Kantor Pusat Koperasi BMI Group. Jika selama ini program studi tiru Koperasi BMI lebih banyak diikuti pengurus koperasi senior, pejabat pemerintah, akademisi, hingga tokoh masyarakat, kali ini aula dipenuhi wajah-wajah muda yang datang dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Mereka mengenakan kemeja putih dengan semangat yang sama, yakni mempelajari bagaimana membangun koperasi modern yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
Rombongan tersebut merupakan pengurus Koperasi Konsumen Komunitas Kopi Masyarakat Indonesia (Komar), koperasi yang lahir dari inisiatif generasi muda Makassar untuk membangun rantai nilai industri kopi nasional berbasis koperasi.
Kehadiran mereka memberikan kesan tersendiri bagi Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara atau yang akrab disapa Kambara.
Di hadapan para peserta, Kambara mengaku baru pertama kali melihat mayoritas peserta studi tiru didominasi kalangan muda. Pengakuan itu disampaikannya dengan gaya santai yang langsung mencairkan suasana.
“Ini saya kagum. Baru kali ini peserta studi tiru diisi anak muda. Biasanya orang tua. Tapi saya juga senang kalau orang tua yang datang, karena berarti saya yang paling muda,” selorohnya yang disambut tawa para peserta.
Di balik candaan tersebut tersimpan harapan besar. Menurut Kambara, masa depan koperasi Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian generasi muda untuk mengambil peran sebagai pelaku ekonomi, bukan sekadar menjadi penonton.
Koperasi Kopi Masyarakat bukanlah koperasi yang lahir dari kalangan pengusaha besar. Koperasi ini tumbuh dari keresahan anak-anak muda Makassar yang melihat kopi Indonesia memiliki potensi luar biasa, tetapi nilai tambahnya belum sepenuhnya dinikmati oleh para pelaku usaha di dalam negeri.
Berangkat dari semangat itu, mereka membangun koperasi konsumen yang berfokus pada pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir.








