hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

IMII Sultra Bidik UMKM Muslimah Naik Kelas

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah IMII 2026-2031. Foto: Ratih/PeluangNews
Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah IMII 2026-2031. Foto: Ratih/PeluangNews

PeluangNews, Jakarta — Semangat pemberdayaan muslimah di daerah mulai digaungkan Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia (IMII) Sulawesi Tenggara (Sultra) usai resmi dilantik dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus wilayah periode 2026–2031 IMII di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Tak hanya fokus pada penguatan organisasi, IMII Sulawesi Tenggara langsung membidik pengembangan pelaku UMKM perempuan agar mampu naik kelas dan bersaing hingga tingkat nasional.

Ketua IMII Sulawesi Tenggara, Hj. Rusiawati Yusran Silondae, mengatakan organisasi yang dipimpinnya akan menjadi wadah bagi muslimah inspiratif untuk berkembang di berbagai sektor, mulai dari keagamaan, pendidikan, kesehatan hingga ekonomi kreatif.

“IMII ini hadir untuk mewadahi perempuan muslimah inspiratif agar bisa berkembang dalam bidang budaya, agama, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif, terutama UMKM,” ujar Rusiawati, saat berbincang dengan PeluangNews, usai pelantikan.

Ketua IMII Sulawesi Tenggara, Rusyawati Gusran Silondae. Foto: Ratih/PeluangNews
Ketua IMII Sulawesi Tenggara, Hj. Rusiawati Yusran Silondae. Foto: Ratih/PeluangNews

Menurutnya, IMII Sulawesi Tenggara akan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan sektor perbankan, guna memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan di daerah.

“Kami ingin berkolaborasi dengan instansi terkait, khususnya UMKM, koperasi, pendidikan, kesehatan hingga perbankan, agar muslimah inspiratif di Sulawesi Tenggara bisa berkembang dan dikenal lebih luas,” katanya.

Ia mengungkapkan, potensi UMKM perempuan di Sulawesi Tenggara sebenarnya cukup besar, terutama di sektor kuliner dan kerajinan. Namun, masih dibutuhkan penguatan dalam hal pengemasan produk dan strategi pemasaran.

“Banyak produk lokal yang potensial, seperti keripik pisang dan berbagai olahan makanan lainnya. Yang ingin kami dorong sekarang adalah desain kemasan dan pemasaran agar produk-produk ini bisa menarik dan memiliki daya saing,” tuturnya.

Rusiawati menilai setiap daerah memiliki potensi unggulan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi jika didukung pembinaan yang tepat.

“Setiap daerah punya potensi masing-masing. Tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan baik agar bisa dipasarkan bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, IMII Sulawesi Tenggara akan memprioritaskan penguatan struktur organisasi hingga tingkat daerah sebelum menjalankan program-program pemberdayaan secara menyeluruh.

“Langkah awal kami adalah pengukuhan organisasi dan pembentukan bidang-bidang kerja. Setelah itu program akan kami sesuaikan dengan kondisi daerah di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Ia berharap kehadiran IMII dapat menjadi ruang kolaborasi dan pemberdayaan bagi perempuan muslimah agar semakin mandiri dan produktif.

“Harapan kami, IMII bisa terus berkembang dan memberi manfaat besar bagi muslimah di Sulawesi Tenggara, sekaligus bersinergi dengan berbagai organisasi lainnya,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza