
PeluangNews, Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami koreksi pada perdagangan Selasa pagi (9/6/2026). Penurunan ini membuat harga emas Antam turun Rp10.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya, sementara harga buyback atau pembelian kembali juga ikut melemah.
Berdasarkan data yang dipantau dari laman resmi Logam Mulia Antam pada pukul 08.56 WIB, harga emas Antam turun menjadi Rp2.733.000 per gram dari sebelumnya Rp2.743.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas batangan oleh Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp10.000 menjadi Rp2.527.000 per gram.
Perlu diketahui, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar global maupun pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Dalam setiap transaksi emas batangan, pembeli maupun penjual juga dikenakan ketentuan perpajakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk transaksi penjualan kembali (buyback) emas batangan kepada PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback yang diterima nasabah.
Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, pemerintah mengenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong pajak resmi.
Berikut daftar harga emas Antam terbaru:
- 0,5 gram: Rp1.416.500
- 1 gram: Rp2.733.000
- 2 gram: Rp5.406.000
- 3 gram: Rp8.084.000
- 5 gram: Rp13.440.000
- 10 gram: Rp26.825.000
- 25 gram: Rp66.937.000
- 50 gram: Rp133.795.000
- 100 gram: Rp267.512.000
- 250 gram: Rp668.515.000
- 500 gram: Rp1.336.820.000
- 1.000 gram (1 kilogram): Rp2.673.600.000
Penurunan harga emas hari ini menjadi perhatian para investor dan masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen lindung nilai maupun investasi jangka panjang. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral, serta pergerakan dolar AS yang berpengaruh terhadap harga emas dunia.







